Tsunami Pantai Anyer

Warga Panik Saat Kejadian Tsunami di Anyer

GUBERNUR Banten, Wahidin Halim mengucapkan rasa duka yang mendalam terkait musibah tsunami yang menerjang Anyer pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Warga Panik Saat Kejadian Tsunami di Anyer
Warta Kota/Andika Panduwinata
Gubernur Banten Wahidin Halim (baju putih)saat meninjau pembangunan di Kota Serang, Banten, Rabu (31/10/2018). (Foto ilustrasi) 

GUBERNUR Banten, Wahidin Halim mengucapkan rasa duka yang mendalam terkait musibah tsunami yang menerjang Anyer pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Wahidin Halim menjelaskan kejadian Gelombang Pasang yang terjadi di Pantai Barat Provinsi Banten, berlangsung sekitar pukul 21.27 WIB.

"Info sementara yang dilaporkan dari petugas pukul 03.55 WIB sebagai akibat dari bencana dimaksud ada beberapa daerah terdampak di Pantai selatan Kabupaten Pandeglang dan di wilayah Anyer Kabupaten Serang," ujar Wahidin Minggu (23/12/2018).

Wilayah yang terkena musibah banjir meliputi, Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita.

"Kecamatan Carita jumlah korban meninggal 6 orang, luka - luka 50 orang. Kerugian materil ada rumah 15 rusak berat, hotel 8 rusak berat, kendaraan roda empat rusak 5 unit, kendaraan roda dua 15 unit," ucap Wahidin Halim.

Kecamatan Panimbang meninggal 4 orang, luka - luka 40 orang.

Ada rumah 15 rusak berat, hotel 1 rusak berat, kendaraan roda empat 2 unit, dan sepeda motor 8 unit.

Begitu pula di Kecamatan Sumur meninggal 4 orang, luka - luka 60 orang Dan rumah 13 rusak berat, mobil 3 unit, serta kendaraan roda dua 15 unit.

"Ketinggian air diperkirakan naik ke permukaan kurang lebih 100 meter dari bibir Pantai dengan kedalaman setengah meter," kata Wahidin Halim yang akrab disapa WH ini.

"Saat kejadian keadaan masyarakat panik keluar rumah untuk menyelamatkan dirinya masing - masing menuju ketinggian di sekitar wilayah masing - masing," ungkap Wahidin.

Sementara, laporan kejadian di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang yang terdampak di sekitar hotel, data masih menunggu laporan.

Karena posisi jalan masih tertutupi bangunan - bangunan yang rusak dan pohon - pohon yang tumbang di sekitar jalan.

"Ini baru laporan sementara, masih ditunggu lagi perkembangannya," kata Wahidin Halim. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved