Wakil Walikota Bekasi Tegaskan KIA Belum Diterapkan Jadi Syarat Masuk Sekolah

Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto meminta warga untuk tenang dan tidak terburu-buru

Wakil Walikota Bekasi Tegaskan KIA Belum Diterapkan Jadi Syarat Masuk Sekolah
Warta Kota/Muhammad Azzam
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Ardhianto. 

Antrian panjang warga yang membludak untuk membuat Kartu Identitas Anak (KIA) di Kantor Kecamatan dikarenakan takut dijadikan syarat masuk sekolah pada tahun ajaran baru 2019.

Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto meminta warga untuk tenang dan tidak terburu-buru. Pasalnya, ketentuan KIA dijadikan syarat daftar sekolah belum dapat diterapkan dalam waktu dekat ini.

"Jadi kita minta para orangtua agar anak segera dibuatkan KIA. Tapi kalau jadi syarat masuk sekolah baru sebatas wacana, karena dalam penerapan itu kan butuh proses," katanya, Minggu (23/12/2018).

Ia menjelaskan proses itu mulai dari penyediaan blanko sesuai jumlah wajib KIA maupun aturan dalam Dinas Pendidikan, terlebih Kementerian Pendidikan.

"Anak di Kota Bekasi mencapai 700 ribu jiwa. Blanko yang saat ini tersedia hanya 10 ribu, ditambah pengadaan 200 ribu blanko KIA di 2019. Jadi masih kurang banyak, saya pikir dalam waktu dekat belum ya, tapi nanti kedepannya bisa jadi syarat masuk sekolah," ungkapnya.

Tri mengungkapkan langkah Pemkot dalam melakukan pembuatan KIA agar anak usia dibawah 17 tahun segera melakukan pembuatan KIA, sehingha jika nanti ada kebijakan KIA dijadikan syarat daftar sekolah orang tua atau anak telah siap dengan segala persyaratan administrasinya.

"Yang sudah buat KIA sampai antri seharian tidak sia-sia, untuk yang belum punya juga jangan sampai tergesa-gesa juga, penerapan KIA jadi syarat masuk sekolah belum bisa diterapkan dalam waktu dekat ini," ucapnya.

Ia menambahkan untuk ketersedian blangko tergantung suplay dari pemerintah pusat.

"Kalau suplay blangko cepat dan memenuhi kebutuhan KIA di Kota Bekasi, proses pembuatan KIA kepada warga Kota Bekasi cepat. Kita kan sifatnya hanya menerima dan menjalankan pelayanan pembuatan. KIA ini program di 500 wilayah Kota dan Kabupaten di Indonesia,"paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi meluncurkan pembuatan Kartu Indentitas Anak (KIA) pada Senin (17/12/2018).

Peluncuran pembuatan KIA untuk menjalankan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak, bahwa KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Disdukcapil.

Untuk membuat KIA, warga cukup membawa e-KTP kedua orang tua, akta lahir anak, Kartu Keluarga yang telah tercantum nama anak dan foto ukuran 2x3 anak atau bisa foto di Kecamatan masing masing wilayah.

KIA yang akan diberikan dan diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ini dibagi menjadi dua jenis. Jenis yang pertama untuk anak yang berusia 0 sampai dengan 5 tahun yang KIA tanpa foto anak.

Sedangkan, jenis yang kedua untuk anak yang berusia 5 sampai dengan 17 tahun menggunakan foto anak. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved