Tsunami Pantai Anyer

Anggota Golkar Bekasi Selamat Berkat Seutas Tali dan Perahu

Saat tergulung ombak, Nurdin sempat pasrah mengenai nasibnya, hingga akhirnya dia bersholawat nabi untuk memohon keselamatan kepada sang pencipta.

Anggota Golkar Bekasi Selamat Berkat Seutas Tali dan Perahu
istimewa
Tsunami melanda perairan Pantai Anyer akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, Sabtu (22/12/2018) malam. 

Bekasi, Warta Kota -- Anggota Partai Golongan Karya (Golkar) Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi bernama Nurdin dinyatakan selamat dari bencana gelombang tsunami di Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Sabtu (23/12) malam.

Saat tergulung ombak, Nurdin sempat pasrah mengenai nasibnya, hingga akhirnya dia bersholawat nabi untuk memohon keselamatan kepada sang pencipta.

"Yah Allah air sudah setinggi pohon kelapa, aku pasrah karena nggak bisa berenang," kata Nurdin saat menceritakan salah satu doanya ketika tergulung ombak, Minggu (23/12).

Nurdin mengaku, bisa selamat dari ombak setinggi empat meter berkat seutas tali tambang yang melilit kaki kanannya. Saat di dalam ombak, tiba-tiba kakinya terlilit tali tambang yang terikat di sebuah perahu.

"Engkau menolong dengan caramu ya Allah. Engkau dekatkan aku dengan perahu yang bisa miring sendiri dan menjemput aku," ujar Nurdin.

Nurdin bercerita, bencana itu datang ketika dia sedang memancing ikan di sebuah dermaga Pantai Anyer bersama empat rekannya yang lain. Keempat rekannya, Masnadi, Soleh, Nurhasan, dan Sulaiman, saat ini dinyatakan hilang akibat tersapu ombak.

Saat sedang asyik memancing ikan, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara gemuruh dari arah laut. Awalnya mereka pikir ombak biasa, namun saat diperhatikan benda yang datang itu adalah ombak besar setinggi pohon kelapa.

Mereka berlima kemudian berkemas dan berusaha melarikan diri. Nurdin yang sempat berlari, tiba-tiba kembali ke tepi dermaga untuk menyelamatkan alat pancingnya. "Saat mau ambil tas, tahu-tahu ombak setinggi pohon kelapa tepat ada di depan saya," ungkapnya.

Nurdin yang tidak bisa berenang, kemudian pasrah saat tubuhnya tergulung ombak. Bahkan tulang tangan kanannya sampai patah akibat terbentur benda keras saat tersapu ombak.

Dia lalu memanjatkan doa dan mengucapkan sholawat nabi dari dalam hatinya.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved