Diastika Lokesworo Telurkan Mini Album Musik Rasa Arsitektur

SEBELUM kembali ke Amerika Serikat guna menyelesaikan pendidikannya di bidang Arsitek, penyanyi Diastika Lokesworo meluncurkan mini album.

Diastika Lokesworo Telurkan Mini Album Musik Rasa Arsitektur
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
DIASTIKA Lokesworo usai jumpa pers 'Launching EP' di Crumble Crew SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018). 

SEBELUM kembali ke Amerika Serikat guna menyelesaikan pendidikannya di bidang Arsitek, penyanyi Diastika Lokesworo meluncurkan mini album.

Diastika menggarap mini album atau EP (Extended Playlist) yang direkam secara live recording, agar karirnya di dunia musik tetap terjaga dan juga berjalan.

DIASTIKA Lokesworo usai jumpa pers 'Launching EP' di Crumble Crew SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).
DIASTIKA Lokesworo usai jumpa pers 'Launching EP' di Crumble Crew SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Diastika saat ini mendapatkan beasiswa untuk menjalani pendidikan kuliah jurusan Arsitek, di Harvard University, Amerika Serikat.

Tentu, arsitek dan musik sangat lah berbeda jika memang dijalankan beriringan. Tetapi, bagi Diastika Lokesworo, keduanya sangat berkesinambungan dalam kehidupannya.

"Bagi aku musik dan arsitektur itu adalah bagian hidup aku. Aku jalani keduanya dengan berbarengan. Bagaimana ketika sedang menjalani arsitektur, ya membuat dan memikirkan bangunan harus pakai irama," kata Diastika Lokesworo ketika menggelar jumpa pers 'Launching EP' di Crumble Crew SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).

"Nah kalau musik, aku buat lagu tuh ya aku mikir dari struktur hingga visualnya. Semua berjalan secara seimbang dan natural," tambahnya.

Diastika mengatakan bahwa ia akan menjalani keduanya, yakni arsitektur dan musik karena bukan bicara kesulitan atau memang tidak bisa digabungkan, melainkan arsitektur dan musik adalah hal yang ia jalani semasa hidupnya.

"Dua-duanya tuh passion aku. Kalau tidak ada musik, ya aku tidak bisa mencapai kesuksesan di bidang arsitektur, salah satunya bisa mendesain gedung milik Warner Brothers," ucapnya.

DIASTIKA Lokesworo usai jumpa pers 'Launching EP' di Crumble Crew SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).
DIASTIKA Lokesworo usai jumpa pers 'Launching EP' di Crumble Crew SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Oleh karena itu, dalam album EP nya tersebut, Diastika menggunakan metode tersebut untuk ia tuangkan kedalam tiga lagu yang bertajuk 'Dreamer', 'Hasrat', dan 'Under The Influence'.

Dua versi

EP tersebut dibuat dalam dua versi, yakni versi jazz original dan versi pop RnB. Arransemen musik-musiknya pun digarap oleh Ari Renaldi, yang sekaligus menjadi produsernya.

Kenapa dua versi? Karena Diastika mengaku bahwa ketika ia sedang fokus menyelesaikan pendidikan arsitekturnya di Amerika Serikat, Diastika membutuhkan musik sebagai penyemangat.

Sehingga, di kala waktu senggang, Diastika berkumpul bersama komunitas musik yang memang menyenangi sebuah genre musik yang soulful dan RnB.

"Memang dulu aku suka sekali sama jaz. Namun, ketika di Amerika Serikat, aku berkumpul sama komunitas musik. Jadi ya itu alasan aku kenapa sampai dua versi EP nya," jelasnya.

DIASTIKA Lokesworo usai jumpa pers 'Launching EP' di Crumble Crew SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).
DIASTIKA Lokesworo usai jumpa pers 'Launching EP' di Crumble Crew SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Mengenai tiga lagunya tersebut, Diastika mengatakan bahwa ia membuat sendiri semua lirik lagunya, yang berasal dari curahan hatinya selama di Amerika Serikat.

Diastika mengatakan bahwa tiga lagu tersebut, menceritakan tentang kehidupannya selama di Amerika Serikat, yang ia catat dalam buku diary dan ia aplikasikan dalam sebuah lagu dengan arransemen jazz dan pop RnB.

"Jadi selama di Amerika Serikat, ya banyak sekali klien yang memang nyebelin, ngeselin, sampai deadline-deadline yang membuat saya pusing kepala, itu saya tuangkan didalam buku diary. Sampai akhirnya, ya terpikir untuk dibuatkan lagu, jadilan EP ini," ujar Diastika. 

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved