Kasus Ratna Sarumpaet

Dari Total Rp 70 Juta Dana Sponsor, Ratna Sarumpaet Cuma Kembalikan Rp 10 Juta ke Pemprov DKI

Ratna Sarumpaet gagal terbang karena ditangkap oleh pihak imigrasi dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Dari Total Rp 70 Juta Dana Sponsor, Ratna Sarumpaet Cuma Kembalikan Rp 10 Juta ke Pemprov DKI
Warta Kota/Henry Lopulalan
Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet, hendak menjalani pemeriksaan kejiwaan di Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Rabu (10/10/2018). 

KEPALA Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Asiantoro menyebut Ratna Sarumpaet telah mengembalikan dana sponsor dari Pemprov DKI, lewat Biro Administrasi Sekretariat Daerah (ASD).

"Sudah, ke ASD. Udah lunas," kata Asiantoro saat dihubungi, Jumat (21/12/2018).

Namun, dana awal sebesar Rp 70 juta yang diberikan Disparbud untuk memfasilitasi keberangkatan Ratna Sarumpaet ke Cile sebagai pembicara pada acara "The 11th Women Playrights International Conference" pada 7-12 Oktober, tidak dikembalikan utuh.

Sekjen PDIP: Pemilu Itu Adu Program, Bukan Adu Fitnah

Melainkan, hanya sekitar 14,3 persennya atau Rp 10 juta saja. Sebab, dana itu telah terpotong biaya akomodasi berupa tiket dan hotel yang telah dipesan.

"Enggak full, kan yang udah dipakai beli (tiket) ya enggak balik lah. Cuma sisa Rp 10 juta. Sisanya itu dibalikin semua," jelasnya.

Dana sponsor yang diberikan Pemprov DKI sesuai Keputusan Gubernur Nomor 1066 Tahun 2018 tentang Standar Biaya Perjalanan Dinas Dalam dan Luar Negeri itu, dikembalikan tak lama setelah Disparbud DKI melayangkan surat kepada keluarga dan staf Ratna Sarumpaet untuk mengembalikan dana tersebut.

Sakit Mag Akut, Bahar bin Smith Minta Penangguhan Penahanan

Ratna Sarumpaet gagal terbang karena ditangkap oleh pihak imigrasi dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian terkait dugaan berita bohong yang dia buat.

Mertua dari artis Rio Dewanto itu ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 5 Oktober 2018. Aktivis perempuan itu harus berurusan dengan polisi lantaran penyebaran berita bohong terkait penganiayaan.

Cerita bohongnya itu lantas dibongkar polisi. Lebam di wajah Ratna Sarumpaet bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika Menteng.

Ratna Sarumpaet dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dari penerapan pasal berlapis itu, Ratna Sarumpaet terancam hukuman 10 tahun penjara. (Danang Triatmojo)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved