Warga Bekasi Rela Datang Pukul 04.00 Subuh Demi Kartu Indentitas Anak, Bahkan Ada yang Pukul 01.00

Mereka sengaja datang lebih pagi karena ingin mendapatkan nomor antrean pembuatan KIA.

Warga Bekasi Rela Datang Pukul 04.00 Subuh Demi Kartu Indentitas Anak, Bahkan Ada yang Pukul 01.00
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Warga mendatangi Kantor Kecamatan Bekasi Timur untuk mengurus Kartu Identitas Anak (KIA), Jumat (21/12/2018). 

WARGA Kota Bekasi sangat antusias memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Hal itu terlihat di Kantor Kecamatan Bekasi Timur yang dipadati ratusan warga. Bahkan, ada warga yang datang sejak pukul 04.00.

Mereka sengaja datang lebih pagi karena ingin mendapatkan nomor antrean pembuatan KIA. Namun, ternyata datang sejak subuh pun tidak menjamin bisa langsung mendapatkan KIA.

Deci Rustiawati (31), warga Duren Jaya Bekasi Timur, mengaku datang sejak pukul 04.00. Saat tiba di kantor kecamatan, ternyata nomor antrean yang ia dapat sudah nomor 166. Ia terkejut ternyata ada yang lebih pagi dari dirinya.

Pelatih Persija Larang Ismed Sofyan Pensiun

"Saya sudah datang dari gelap, jam 4 subuh tadi. Kaget saya nomor antrean sudah 166. Tadi sih ada yang datang jam 1 malam," ungkapnya kepada Warta Kota di Kantor Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (21/12/2018).

Ternyata usaha datang pagi yang dilakukan Deci sia-sia belaka, lantaran saat pukul 10.20 tadi proses pembuatan KIA di Kantor Kecamatan Bekasi Timur dihentikan karena dibatasi tiap harinya.

"Ini tadi kata petugasnya pelayanan disudahi karena terbatas jumlahnya sampai 100. Kenapa enggak bilang dari awal? Seharusnya juga layani saja, cuma masukin berkas dan data gitu mah," keluhnya.

Jokowi: Kebudayaan Itu Kegembiraan

Deci menceritakan, pada pagi tadi sempat terjadi kericuhan dan adu mulut antara warga yang didominasi ibu-ibu dengan petugas Satpol PP maupun petugas kecamatan.

"Wah, tadi pagi-pagi mah ribut. Lagi ini yang datang banyak masa yang dilayani cuma dikit. Ibu tahu sendiri kalau sudah ngamuk, lah kesel kita datang jauh-jauh enggak dilayani. Ini kan jam kerjanya masih banyak waktunya, apa susahnya terima berkasnya dan data aja dulu, ini juga kan enggak langsung jadi KIA-nya," paparnya.

Deci menjelaskan, dirinya baru mengetahui soal pembuatan KIA, sehingga baru ke kantor kecamatan untuk membuatnya.

PSI Usul Korupsi Orde Baru Masuk Materi Debat Capres, KPK: Korupsi yang akan Datang Paling Penting

"Saya baru tahu hari kemarin dari tetangga. KIA ini penting dan anak wajib punya dari informasi yang tersebar. Ini juga kan syarat masuk sekolah. Makanya saya buat, anak saya mau masuk SMP," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved