Sesmenpora: Jujur, Godaan di Deputi IV Kemenpora Besar Banget

Untuk itu, ia pun memberikan sikap seperti apa yang harus ditanamkan kepada pemimpin di Deputi IV Kemenpora selanjutnya.

Sesmenpora: Jujur, Godaan di  Deputi IV Kemenpora Besar Banget
Tribunnews.com
Gatot S Dewa Broto 

SEBELUM menjabat Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahrgaa (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto mengaku pernah menjabat Deputi IV yang membidangi peningkatan Prestasi Olahraga.

Gatot S Dewa Broto membeberkan, jabatan itu memang banyak godaannya. Akan tetapi, selama menjabat, ia mengaku tak pernah sedikit pun melakukan hal-hal yang bisa merusak integritasnya, seperti korupsi.

“Kelemahan, karena saya pernah mengalami, pertama harus ada konsistensi kepatuhan pada regulasi. Itu tidak muluk-muluk. Misalnya ada hibah, regulasinya seperti apa, ikuti saja,” kata Gatot S Dewa Broto saat menjelaskan kunci tidak melakukan korupsi.

Geledah Ruang Kerja Menpora Imam Nahrawi, Ini yang Ditemukan KPK

Hal lainnya mengapa Gatot S Dewa Broto tak berani melakukan korupsi ialah karena ia paham betul dengan akibat yang akan diterimanya.

Untuk itu, ia pun memberikan sikap seperti apa yang harus ditanamkan kepada pemimpin di Deputi IV Kemenpora selanjutnya.

“Kedua, pahami bahwa ada risiko seandainya offiside. Kickback itu kan offside, makanya saya tidak berani. Jujur, godaan di sana besar banget. Satu tahun bisa mulus. Kalau sudah offside, cepat atau lambat pasti akan ketahuan. Ibaratnya di kantor mana pun, dinding bisa bicara,” jelas Gatot S Dewa Broto.

KPK Sebut Peran Menpora Signifikan di Kasus Suap Dana Hibah ke KONI, Imam Nahrawi Bilang Begini

“Ketiga, di sana itu yang dihadapi stakeholdernya banyak, mostly cabor. Jadi visinya harus jelas. Dalam konteks misalnya, yang sensitif itu masalah anggaran, jelaskan saja anggaran itu aturannya gimana. Jangan menganggap semua cabor paham, terlebih dengan adanya Perpres 95. Kita harus proaktif menjelaskan anggaran tersebut gunanya seperti apa,” paparnya.

Kemenpora tengah tersandung kasus korupsi yang menetapkan tiga pejabatnya di bagian Deputi IV menjadi tersangka.

KPK menduga kasus ini terjadi karena adanya kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu Rp, 3,4 miliar. (Abdul Majid)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved