Sedikitnya 80 Persen Pengusaha Langgar UU Ketenagakerjaan

Kurangnya pengawasan dari pemerintah membuat pengusaha banyak melakukan pelanggaran.

Sedikitnya 80 Persen Pengusaha Langgar UU Ketenagakerjaan
Warta Kota/Dody Hasanuddin
Jajaran pengurus dan anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) berfoto bersama usai acara Kaleidoskop Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tahun 2018 di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018). 

WARTA KOTA, JAKARTA - Kurangnya pengawasan dari pemerintah membuat pengusaha banyak melakukan pelanggaran.

Tercatat 80 persen pengusaha melanggar UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003.

Akibatnya banyak buruh yang tidak mendapatkan penghasilan penghidupan yang layak.

Di antaranya adalah gaji yang tidak disesuaikan dengan masa kerja.

Lalu, tidak mendapatkan upah lembur, upah tak masuk kerja karena berhalangan, upah tak masuk kerja karena kegiatan lain, upah pesangon, upah perhitungan PPh 21, dan upah karena hak istirahat.

"80 persen perusahaan melanggar, karena mereka tidak menetapkan struktur dan skala upah proporsional sesuai UU Ketenagakerjaan. Pengusaha hanya membayar upah sesuai upah minimum. Ini terjadi, karena kurangnya pengawasan dari pemerintah," kata Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Subianto SH dalam acara Kaleidoskop Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tahun 2018 di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).

Subianto menambahkan bahwa hal yang perlu diperhatikan pemerintah adalah status pegawai honorer yang bekerja di pemerintahan.

Nasib mereka harus jelas, sehingga para honorer mendapatkan penghasilan penghidupan yang layak.

"Gaji honorer di pemerintahan itu ada Rp 600.000 per bulan. Coba bayangkan gaji segitu cukup atau tidak untuk kebutuhan sebulan. Kami tengah melakukan akselerasi agar hak-hak mereka dapat terpenuhi pada tahun 2019, " tandas Subianto.

Selain hal itu, lanjut Subianto, pihaknya saat ini menyorot tentang tingginya penarikan dana Jaminan Hari Tua (JHT).

Halaman
12
Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved