Breaking News:

Kebiadaban China Terhadap Uighur Makin Menjadi dan Tidak Boleh Dibiarkan

Diskriminasi pada etnis Uighur di Tiongkok menjadi perhatian dunia. Indonesia sebagai salah satu negara dengan politik bebas aktif ikut mengecam.

Editor: Gede Moenanto
Twitter
Sejumlah tokoh mengutuk kekejaman CXhina terhadap bangsa Uighur yang dibantai, diperkosa, dan disiksa. 

“Saya melihat, pemerintah bahkan punya modal melakukan upaya persuasif terhadap China," katanya.

Hal ini sangat mungkin dilakukan karena ada kedekatan hubungan pemerintah sekarang dengan RRC. Tinggal mau atau tidak.

Apalagi, sejumlah elite di lingkaran pemerintah saat ini memiliki hubungan yang baik dengan elite pemerintah di China.

Semestinya, kata Fadli Zon, ini menjadi modal tambahan bagi Indonesia untuk bersikap lebih aktif membebaskan jutaan muslim Uighur yang saat ini ditahan di political camp di Xinjiang.

Sementara itu, terungkap dan disiarkan secara luas di media sosial, kaum wanita diperkosa berkali-kali oleh sejumlah pria China.

Karena itu, sejumlah aktivis menangisi diamnya Indonesia pada peristiwa itu.

Menjadi narsum diskusi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dengan tema "Mengungkap Fakta Pelanggaran HAM terhadap Etnis Uighur" bersama Dr Fadli Zon MSc, Dr Amirsyah Tambunan (Wasekjen MUI Pusat), Ahyudin (Presiden ACT), Usman Hamid (Direktur Amnesty International) dan Agung Nurwijoyo (Pengamat HI UI).

"Sejak awal sdh sy sampaikan, Pemerintah Indonesia hrs bersuara membela Muslim Uighur. Harus bersikap lebih aktif membebaskan jutaan Muslim Uighur yg saat ini ditahan di political camp di Xinjiang," katanya melalui akun Twitter Fadli Zon, Kamis (20/12/2018). 

Diskriminasi pada etnis Uighur di Tiongkok menjadi perhatian dunia.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan politik bebas aktif ikut mengecam pelanggaran HAM yang terjadi di Tiongkok ini.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved