Operasi Tangkap Tangan

Tragis, Korupsi Terjadi Saat Pegawai KONI Sudah 5 Bulan Tak Digaji

Korupsi yang menjerat sejumlah pejabat Kemenpora dan KONI ironisnya terjadi saat pegawai KONI tak digaji lima bulan terakhir.

Tragis, Korupsi Terjadi Saat Pegawai KONI Sudah 5 Bulan Tak Digaji
Warta Kota/Henry Lopulalan
Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang (kanan) didampinggi Juru bicara KPK, Febri Diansyah (kiri) saat memberikan keterangan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan menunjukan barang bukiti uang di gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/12/2017). Dalam oprasi tangan KPK berasil mengamankan uang 7 miliar dan menetapkan lima tersangka Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum Koni Jhonny E Awuy, Deputi IVKemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora Adhi Purnomo dan Staf Kemenpora Eko Triyanto terkait suap dana hibah dari Kemenpora ke KONI. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut beberapa pegawai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tidak menerima gaji selama 5 bulan.

Hal tersebut terungkap seiring terungkapnya kasus korupsi dana hibah pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada KONI Tahun Anggaran 2018.

"Kami mendapat informasi bahkan sejumlah pegawai KONI telah 5 bulan terakhir belum menerima gaji," ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

Pejabat Kemenpora yang Ditangkap KPK dalam OTT Terkait Dana Hibah ke KONI

Saut sangat menyesalkan kejadian tersebut.

Menurutnya, dana bantuan yang diperuntukkan sebagai modal pembinaan dan peningkatan prestasi atlet tidak seharusnya disalahgunakan.

“KPK sangat menyesalkan peristiwa dugaan suap yang melibatkan pejabat di Kemenpora dan Pengurus KONI. Para pejabat yang memiliki peran strategis untuk melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi para atlet demi mewujudkan prestasi olahraga nasional, justru memanfaatkan kewenangannya untuk mengambil keuntungan dari dana operasional KONI," kata Saut.

Begini Ceritanya Operasi Tangkap Tangan KPK di Kemenpora

KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka terkait kasus dana hibah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018.

Dua tersangka diduga sebagai pemberi suap di antaranya Ending Fuad Hamidy, Sekretaris Jenderal KONI dan Jhonny E, Bendahara Umum KONI.

Sementara tiga tersangka diduga sebagai penerima suap di antaranya Mulyana, Deputi IV Kemenpora; Adhi Purnomo, Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) pada Kemenpora dan kawan-kawan; dan Eko Triyanto, Staf Kemenpora dan kawan-kawan.

Diduga Adhi Purnomo dan Eko Triyanto menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp318 juta dari pejabat KONI terkait hibah Pemerintah kepada KONI melalui Kemenpora.

BREAKING NEWS: Pejabat Kemenpora Ditangkap KPK

Halaman
12
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved