News

Survei Denny JA : Reuni 212 Tidak Banyak Mengubah Total Pemilih Jokowi vs Prabowo

Dalam survei tersebut, kandidat petahana, Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul jauh dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Survei Denny JA : Reuni 212 Tidak Banyak Mengubah Total Pemilih Jokowi vs Prabowo
Warta Kota
Twitter Denny JA @DennyJA_World

Palmerah, Warta Kota, Reuni Akbar 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat pada Minggu (2/12/2018) sukses dihadiri jutaan umat muslim. Kesuksesan aksi damai itu dinilai sebagai bentuk dukungan atas kemenangan pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Twitter Denny JA @DennyJA_World
Twitter Denny JA @DennyJA_World (Warta Kota)

Namun anggapan tersebut berbanding terbalik dengan survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei Denny JA. Dalam survei tersebut dipaparkan Reuni Akbar 212 tidak berpengaruh dengan elektabilitas pasangan Capres dan Cawapres, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Hasil survei tersebut seperti yang diposting dalam akun twitter resmi lembaga survei Denny JA, @DennyJA_World; pada Kamis (20/12/2018). Dalam survei tersebut, kandidat petahana, Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul jauh dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

"REUNI 212 tidak banyak mengubah total pemilih Jokowi vs Prabowo karena mayoritas pemilih meyakini Jokowi bukan AHOK, bukan Common Enemy Islam. Setelah Reuni 212, Jokowi masih menang atas Prabowo lebih dari 20 persen," tulis admin @DennyJA_World pada Kamis (20/12/2018).

https://t.co/41EhvbNrca

Dalam postingan, terdapat sejumlah fakta yang disampaikan lembaga survei Denny JA, antara lain Reuni 212 tidak mengubah total dukungan Jokowi vs Prabowo. Selain itu, akibat Reuni 212, lebih banyak komunitas PA 212 dan Front Pembela Islam (FPI) yang mendukung Prabowo, tetapi lebih banyak pula minoritas dan komunitas Nahdlatul Ulama (NU) pergi dari Prabowo ke Jokowi.

"Setelah Reuni 212, Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno: 54,2 persen vs 30,6 persen. Jokowi masih unggul 20 persen," tulis admin.

Tidak hanya itu, Denny JA mengklaim segmen yang mengenal dan menyukai Reuni Akbar 212 berpandangan jika Reuni Akbar 212 tidak dapat digunakan sebagai alat pukul politik layaknya kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada tahun 2016.

"Lebih dari 70 persen pemilih meyakini Jokowi bukan Common Enemy (lawan bersama) Islam," tulis admin.

Lembaga survei Denny JA pun menyatakan sosok Ma'ruf Amin yang merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan modal utama peningkatan elektabilitas pemilih muslim bagi Jokowi.

"Bagi pemilih muslim pada umumnya yang suka atau tidak pada Reuni 212, Ma'ruf Amin jauh lebih mewakili pergerakan Islam dibandingkan Sandi ataupun Prabowo," tulis admin @DennyJA_World.

Hasil survei Denny JA menuai beragam pendapat. Para pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin kompak menyatakan salut dan optimis memenangkan Pilpres 2019 mendatang. Namun tidak sedikit pihak oposisi yang meragukan independensi hasil survei tersebut.

Seperti halnya Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Lewat akun twitternya @Ferdinand_Haean; pada Kamis (20/12/2018), Ferdinand tidak memperdulikan hasil survei Denny JA.

"Sudah jelas2 aksi Reuni lbh besar dr aksi saat Ahok, msh ngomong ga ngaruh. Mari ikuti @rockygerung yg bilang cara menghormati badut adalah dengan menertawakannya," tulis Ferdinand.

(https://t.co/tT7008DS8W). 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved