Klarifikasi Resmi Maman Abdurrahman dan Andi Darussalam tentang Dugaan Suap Final AFF Cup 2010
Timnas Indonesia yang begitu perkasa di awal-awal kompetisi harus tertunduk malu akibat dipecundangi Malaysia 0-3 pada final AFF Cup 2010
Penulis: Gisesya Ranggawari |
Masih ingat? Timnas Indonesia yang begitu perkasa di awal-awal kompetisi harus tertunduk malu akibat dipecundangi Malaysia 0-3 pada final AFF Cup 2010 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.
Pada saat itu tiga gol yang dilesakan pemain Malaysia memang ada keanehan, begitu gampangnya lini pertahanan Indonesia diobrak-abrik oleh Safee Sali dan kawan-kawan.
Setahun kemudian kabar tidak sedap menerpa tim AFF Cup 2010. Banyak yang mengatakan ada pejabat federasi atau "Big Boss" yang masuk ke dalam ruang ganti pemain di jeda babak kedua.
Nama yang tertuduh pada saat itu adalah Nirwan Bakrie yang menjabat sebagai Wakil Ketua PSSI.
Tapi isu itu kemudian dibantah oleh pelatih Timnas saat itu, Alfred Riedl yang sebelumnya justru sempat mengungkap kedatangan Big Boss itu mendadak melontarkan pernyataan berbeda.
Isu yang menyakiti publik juga dibantah oleh Bambang Pamungkas yang mengatakan tidak ada satu pun petinggi federasi atau Big Boss yang masuk ke ruang ganti.
"Saya katakan tidak ada satu pun petinggi atau pun seperti yang orang katakan masuk ke ruang ganti pemain. Jika ada, silakan buktikan. Mari kita sama-sama ungkap kasus ini, jika benar," kata Bepe pada sebuah acara yang diunggah ke channel youtube pribadinya beberapa tahun lalu.
Tujuh tahun berselang, isu itu kembali menyeruak ke permukaan setelah pada satu acara televisi mantan Manajer Timnas AFF 2010, Andi Darussalam Tabusalla 'buka-bukaan terkait laga Final melawan Malaysia.
"Pada gol pertama, seharusnya Maman Abdulrrahman membiarkan bola dari Malaysia, karena bola akan offside, tetapi ia biarkan dan memberi kesempatan kepada pemain lawan di situlah muncul gol pertama. Gol kedua begitu juga," ungkal Andi yang akrab disapa ADS pada sebuah acara stasiun televisi, Rabu (19/12) malam.
Namun, warganet menggiring penyataan Andi tersebut dengan salah kaprah dan langsung menuduh Maman terlibat suap dan sengaja melakukan kesalahan itu.
Maman yang tidak menahu apa-apa kaget melihat kolom komentar instagramnya penuh cacian pada dirinya setelah ungkapan Andi yang menyebutkan namanya itu.
Satu hari setelah pernyataan Andi di televisi, tepatnya pada Kamis (20/12) siang, Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mengundang Andi, Maman, Firman Utina, Hamka Hamzah beserta mantan pemain timnas menggelar konferensi pers.
Pada konferensi pers tersebut, Andi mengaku tidak pernah secara jelas menuduh Maman menerima suap atau terlibat pengaturan skor.
"Saya klarifikasi, saya tidak pernah menuduh saudara Maman Abdurrahman menerima suap. Karena saya juga tahu tidak punya bukti," kata Andi di depan wartawan.
"Nama Maman keluar ya hanya kebetulan saja saya sebut namanya karena secara teknis dia salah dan diapun mengakui kesalahan itu sangat fatal." lanjut Andi.
Memang, pada gol pertama Malaysia yang dicetak Safee Sali, Maman melakukan blunder fatal yaitu terpeleset sehingga lini pertahanan Indonesia terbuka.
Maman juga mengakui jika dirinya memang melakukan kesalahan fatal saat mengawal pemain Malaysia dan terpeleset sampai kecolongan gol pertama, tapi ia menegaskan tidak ada unsur lain di balik itu.
"Saya gentle mengakui saya melakukan kesalahan teknis pada saat itu, tapi tidak ada unsur appun. Saya akui melakukan blunder. Dan saya menyesali itu. Tapi sama sekali tidak ada unsur lain," ujar Maman tegas.
Hal senada juga ditegaskan duetnya di lini belakang pada saat itu, Hamka Hamzah yang bercerita sebelum pertamdingan dirinya sempat membicarakan ada gundukan pasir di lokasi Maman terpelset.
"Perlu saya ungkap, sebelum pertandingan mulai saat pemanasan saya sudah bilang sama Maman, 'hati-hati Man ini ada pasir'. Mangkanya saat Maman terpeleset rumputnya terangkat kan," papar Hamka.
Selanjutnya para pemain yang bersangkutan akan bekerja sama dengan satgas investigasi yang dibentuk oleh Polri untuk menuntaskan mafia bola di pesepakbolaan Indonesia.
"Para pemain sudah menerima kesediaannya bekerja sama dengan tim satgas investigasi polri untuk mengungkap kasus ini" tutur General Manager Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), Pornayo Astaman. (M17)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20181220klarifikasi-resmi-maman-abdurrahman.jpg)