Dua Kendala Melanda Perajin Tahu Tempe Indonesia

Dua kendala perajin tahu tempe seperti dalam mendistribusi dan memproduksi tahu tempe termasuk di dalamnya soal izin serta kualitas dari kedelai.

Dua Kendala Melanda Perajin Tahu Tempe Indonesia
Kompas.com
Ilustrasi tempe 

WARTA KOTA, KALIDERES--- Ada dua kendala yang kerap melanda perajin tahu tempe di Indonesia.

Dua kendala perajin tahu tempe seperti dalam mendistribusi dan memproduksi tahu tempe termasuk di dalamnya soal izin serta kualitas dari kedelai.

"Saat ini para perajin tempe dan tahu sering mengalami kendala dalam mendistribusi dan memproduksi hasil produksinya. Kendala izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia, serta di pemilihan kualitas kedelai. Untuk izin BPOM, baru keluar PIRT-nya (Pangan Industri Rumah Tangga)," kata Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (GAKOPTINDO), Aip Syarifuddin, di Kantor Koperasi Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) Swakerta, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (20/12/2018).

Bahkan sebelumnya, perajin tahu tempe sempat mengekspor hasil produksinya ke sejumlah negara. Sayangnya telah berhenti di tengah jalan akibat masalah izin itu.

"Negara yang sempat menerima produksi Indonesia di antaranya Korea, Hongkong, Malaysia, serta Singapura. Sementara negara lain itu terbilang sulit karena pemeriksaannya juga ketat," kata Aip.

Kendala juga terjadi di sisi kualitas karena kualitas kedelai lokal kurang bagus. Alhasil dalam negeri cukup sulit mendapatkan kedelai berkualitas baik.

"Kalau impor itu kualitasnya itu standar jadi jelas kualitas premium, kuliatas grade 1, dan grade 2. Tingkat kualitas kedelai dari Amerika terdiri atas empat kelas, grade 1 dan grade 2 adalah tingkatan untuk dikonsumsi manusia, sedangkan grade 3 dan grade 4 untuk pakan ternak," katanya.

Persediaan Kedelai Diklaim Aman Jelang hingga Pasca Natal dan Tahun Baru

Para Pengusaha Tempe Minta Sandi Stop Impor Kedelai dan Jangan Cabut Subsidi Gas

Harga Kedelai Merangkak Naik, Pengrajin Tempe Menjerit

Penulis:
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved