Diminta Pindah ke Pasar Baru Mulai 15 Desember, PKL Masih Bandel Jualan di Jalan

Dalam spanduk imbauan tertulis PKL segera pindah mulai 15 Desember 2018. Namun, hingga kini PKL masih tetap berada di jalan.

Diminta Pindah ke Pasar Baru Mulai 15 Desember, PKL Masih Bandel Jualan di Jalan
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Pedagang Kali Lima memenuhi Jalan Mohammad Yamin yang merupakan akses tembus ke Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur. 

DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi gencar melakukan sosialiasi kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Mohammad Yamin dan Jalan Insinyur Juanda, yang direlokasi ke Blok II Pasar Baru.

Dalam spanduk imbauan tertulis PKL segera pindah mulai 15 Desember 2018. Namun, hingga kini PKL masih tetap berada di jalan.

Pedagang Pasar Baru Kota Bekasi lebih memilih berjualan di bahu Jalan Insinyur H Juanda yang merupakan jalan nasional menuju perbatasan Kabupaten Bekasi, maupun di Jalan Mohammad Yamin yang merupakan akses tembus ke kawasan Duren Jaya, Bekasi Timur.

Mendagri Temukan Indikasi Kesamaan Modus Temuan KTP Elektronik di Bogor dan Duren Sawit

Banyaknya pedagang yang berjualan membuat jalan tersebut kerap macet, juag menimbulkan banyak sampah berceceran.

Zubaedah (40), salah satu pedagang Pasar Baru Bekasi, mengaku ogah pindah dan memilih tetap berjualan di pinggir jalan. Sebab, berjualan di jalan lebih ramai dibandingkan di dalam pasar. Selain itu, lokasi lapak di dalam pasar juga sempit.

"Ramai di jalan jualannya, terus di dalam sempit tempatnya. Kalau di sini (Jalan Mohammad Yamin) kan lega," katanya saat ditemui Warta Kota, Kamis (20/12/2018).

Sapnduk imbauan agar Pedagang Kali Lima di Jalan Mohammad Yamin pindah ke Pasar Baru.
Sapnduk imbauan agar Pedagang Kali Lima di Jalan Mohammad Yamin pindah ke Pasar Baru. (WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM)

Ketika ditanya terkait imbauan untuk segera pindah, Zubaedah megaku sudah mengetahui dan sering menjumpai petugas yang keliling memberikan imbauan. Namun, sejauh ini ia belum ingin pindah.

"Kalau di dalam agak susah, pembeli juga kan lebih gampang kita di sini. Saya kebetulan juga ada lapak di dalam, tapi lebih rame di luar," jelasnya.

Sama halnya dengan Zubaedah, Arlan (51), pedagang di Pasar Baru Bekasi lainnya, memilih berjualan di pinggir jalan, meskipun seringkali ditertibkan petugas Satpol PP dan ada spanduk imbauan untuk pindah.

Kasus Penyerangan Novel Baswedan Tak Alami Kemajuan, KPK Pilih Bekerja Senyap

"Ini jumlah pedagang Jalan Mohammad Yamin banyak begini, enggak bakal nampung. Kalau kita pindah masuk, nanti ada yang masih di luar gimana? Harusnya semuanya masuk ke pasar, baru saya pindah," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Bekasi Makbullah mengatakan, pihaknya merelokasi PKL secara persuasif, selain agar tumbuh sendiri rasa kesadaran, juga agar tidak terjadi kekerasan.

"Kita sudah pasang spanduk besar berisi imbauan untuk PKL yang berada di Jalan Mohammad Yamin dan Jalan Ir Juanda, mulai 15 Desember 2018 direlokasi. Ini sudah lewat masih tetap berjualan, kita akan informasikan kembali ke PKL terus, sembari kita pertimbangkan melakukan penertiban secara paksa," tuturnya, Rabu (19/12/2018).

Ribuan KTP Elektronik Tercecer di Duren Sawit, Mendagri Siap Copot Pangkat Hingga Pecat Anak Buahnya

Makbullah menjelaskan, setelah langkah persuasif dilakukan, pihaknya akan melakukan penindakan tegas dengan dinas terkait, yaitu Satpol PP.

"Nanti kalau berdasarkan pemantauan kita di lapangan masih seperti itu aja, kita akan tindaklanjuti dengan dinas terkait (Pol PP), ya seminggu inilah," ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved