Hampir 20 Tahun Nathaniel Tagih Haknya ke PT Hutama Karya

Saya memiliki bukti kuat jika perusahaan milik Negara itu berutang kepada saya. Bahkan mereka juga mengakui dokumen yang saya miliki ini asli.

Hampir 20 Tahun Nathaniel Tagih Haknya ke PT Hutama Karya
Warta Kota/Feryanto Hadi
Nathaniel Tanaya, pengusaha dan mantan pialang, mengaku telah menunggu selama belasan tahun untuk mendapatkan kembali haknya berupa uang Rp 11 miliar yang pernah ia investasikan dalam bentuk obligasi ke Badan Usaha Milik Negara Hutama Karya. 

NATHANIEL Tanaya, pengusaha dan mantan pialang, mengaku telah menunggu selama belasan tahun untuk mendapatkan kembali haknya berupa uang Rp 11 miliar yang pernah ia investasikan dalam bentuk obligasi ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Hutama Karya.

Nathaniel mengungkapkan, pada 1999 ia memutuskan membeli surat utang kepada perseroan senilai Rp11 miliar.

Namun, ia dikejutkan ketika tiba-tiba namanya dihapuskan dari daftar pemilik obligasi saat perusahaan itu terpuruk pada awal 2000-an.

"Memang saat itu kondisi perusahaan sedang jatuh. Ibaratnya sedang tidak ada uang. Tapi tidak seharusnya nama saya jadi hilang, ini sangat tidak masuk akal," ucap Nathaniel saat jumpa pers di bilangan Kemang, Rabu (19/12/2018).

Nathaniel berulangkali menanyakan kepada manajemen Hutama Karya saat itu.

Namun, Nathaniel mengaku mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan.

"Mereka bilang ada direksi lama yang 'bermain' sehingga nama saya dihilangkan. Itu semakin aneh. Masak ganti direksi kemudian uang debitur dihilangkan begitu saja. Ibaratnya ini ada uang kertas, kemudian ada pergantian gubernur BI, lalu uang yang lama tidak terpakai. Logika yang mereka berikan sangat aneh," ungkap Nathaniel.

Hampir 20 tahun berlalu, kini PT Hutama Karya telah tumbuh kembali menjadi perusahaan besar dengan proyeknya yang mencapai triliunan.

"Mungkin dipahami dulu mereka tidak punya uang untuk membayar. Tapi sekarang mereka sudah kaya, proyeknya puluhan triliun. Apa susahnya membayarkan hak saya yang cuma segitu. Saya kira hal kecil buat mereka. Cuma dibutuhkan niat baik saja," kata Nathaniel.

Nathaniel memastikan memiliki bukti kuat atas utang Hutama Karya terhadap dirinya berupa dokumen dan surat obligasi.

"Saya memiliki bukti kuat jika perusahaan milik Negara itu berutang kepada saya. Bahkan mereka juga mengakui dokumen yang saya miliki ini asli," tutur Nathaniel.

Menurut Nathaniel, apa susahnya bagi perusahaan Negara membayar utang yang cuma Rp 11 miliar mengingat banyak proyek pembangunan di Indonesia dikerjakan oleh Hutama Karya.

"Di sini saya hanya meminta hak saya, bukan mau merongrong negara. Sekian lama saya sudah bersabar sambil mengamati perkembangan perusahaan itu. Sekarang HK sudah sangat besar. Sudah saatnya saya tagih kembali hak saya," ungkap Nathaniel.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved