Habib Bahar Diduga Aniaya Anak, KPAI: Seorang Ulama Mestinya Bisa Menjadi Model dan Contoh

Polda Jawa Barat menahan Habib Bahar bin Smith atas dugaan penganiayaan yang dilakukan kepada dua orang anak di Pesantren Tajul Alawiyyin, Pabuaran,

Habib Bahar Diduga Aniaya Anak, KPAI: Seorang Ulama Mestinya Bisa Menjadi Model dan Contoh
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Habib Bahar bin Smith tiba di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Selasa (18/12/2018). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Rangga Baskoro

Warta Kota, Jakarta -- Polda Jawa Barat menahan Habib Bahar bin Smith atas dugaan penganiayaan yang dilakukan kepada dua orang anak di Pesantren Tajul Alawiyyin, Pabuaran, Bogor, Jawa Barat.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPAI, Retno Listyarti merespons positif langkah Polri yang mengusut kasus dugaan penganiayaan itu.

"KPAI tentu saja menyesalkan dan mengutuk keras terjadinya dugaan penganiayaan atau kekerasan fisik yang dilakukan oleh HBS. Apalagi terjadi penjemputan paksa korban dari rumahnya dan kemudian mengalami penyiksaan selama beberapa jam," ucap Retno melalui keterangan tertulis, Rabu (19/12).

KPAI mengapresiasi keberanian orang tua korban melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian.

Siapapun tidak boleh melakukan kekerasan dan main hakim sendiri dengan alasan dan tujuan apapun dan terhadap siapapun, apalagi bagi seorang yang dianggap ustad dan pimpinan ponpes terhadap anak.

"Negara ini adalah negara hukum, jika bersalah, dilaporkan ke pihak berwajib, bukan dihakimi sendiri. Salah satu korban masih usia anak. Seberapapun kesalahan seorang anak, yang bersangkutan wajib diberi kesempatan memperbaiki diri, bukan malah dianiaya. Seorang yang dikenal sebagai ulama mestinya perilakunya bisa menjadi model dan contoh yang baik bagi anak-anak didik dan jamaahnya," tuturnya.

KPAI mengapresiasi Kepolisian yang sudah bergerak cepat dan menahan terduga pelaku.

Ia menilai polisi tidak boleh kalah dengan tekanan pihak tertentu karena hukum harus ditegakan.

"Untuk itu, KPAI mendorong pihak kepolisian menuntaskan penyelidikan kasus ini. KPAI akan melakukan pengawasan terhadap pihak kepolisian untuk memastikan penggunaan UU Perlindungan Anak mengingat salah satu Korban masih usia anak," ujar Retno.

Kasus dugaan penganiayaan anak oleh Bahar bin Smith diduga terjadi di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018).

Penganiayaan dilakukan terhadap dua korban berinisial MHU (17) dan JA (18).

Kasus penganiayaan ini dilaporkan ke Polres Bogor pada Rabu (5/12/2018), dengan laporan polisi nomor LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res. Bgr.

Atas perbuatannya, Bahar bin Smith dijerat pasal 170 juncto pasal 351 juncto pasal 333 juncto pasal 55 ayat (1) KUHP, dan pasal juncto pasal 80 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved