Gunakan CCTV untuk Ringkus Pelaku Pembacokan Januar, Polisi Sempat Angkut 21 Remaja Tanggung

Jajaran Satreskrim Polres Tangerang Selatan sempat mengangkut 21 orang remaja tanggung saat mencari pelaku pembacokan Januar Ibrahim

Gunakan CCTV untuk Ringkus Pelaku Pembacokan Januar, Polisi Sempat Angkut 21 Remaja Tanggung
Warta Kota
Ilustrasi 

Laporan Wartawa Warta Kota, Zaki Ari Setiawan

TANGERANG, WARTA KOTA - Jajaran Satreskrim Polres Tangerang Selatan sempat mengangkut 21 orang remaja tanggung saat mencari pelaku pembacokan Januar Ibrahim atau Anwar (19) di Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan, pada 16 Desember 2018 lalu.

Proses pemburuan pelaku yang mengakibatkan Anwar meninggal dunia itu dilakukan di hari yang sama dengan berbekal rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Pencarian pelaku dari jam 03.00 WIB pagi di Tanggal 16 Desember sampe jam 15.00 WIB," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho, Rabu (19/12/2018).

Di tempat terpisah Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan menjelaskan kronologi penangkapan para pelaku pembunuh Anwar yang sebagian besar masih di bawah umur.

"Dari CCTV tersebut kita lihat sekolompok anak muda berkumpul yang sudah merencanakan kegiatan tersebut, kemudian berdasarkan saksi di TKP mereka lari kemana kita ikutin," terangnya.

Ia juga menyampaikan, setelah ditelusuri ternyata para pelaku berada di rumah pelaku utama ADP (17), yang diduga membawa celurit dan menyerang korban.

Di rumah ADP, polisi menemukan 21 orang remaja tanggung tengah berkumpul.

"Kebetulan waktu diamankan ada 21 orang di rumah ADP, kita angkut semua kita lakukan pemeriksaan intensif sehingga berhasil kita tetapkan 9 orang yang merupakan tersangka utama dan tersangka yang langsung dalam tindak pidana tersebut," imbuh Ferdy.

Adapun para tersangka yang diamankan adalah ADP (17) selaku tersangka utama, AAM (17), Riki Ramly alias Alex (19), MRH (15), AM (17), AGH (15), MRS (17), DAS (16), dan RI (17) yang sebagian besar berstatus anak di bawah umur.

Selain itu masih ada dua orang lagi yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni RATP (17) dan AP (16).

Diberitakan sebelumnya, Anwar tewas setelah mendapatkan sabetan senjata tajam di paha kirinya setelah menonton Slank di Lapangan Sunburst.

Alasan ADP dan rekannya menyerang Anwar adalah dendam kesumat karena komplotan ADP pernah dirampas handphone dan dompetnya oleh oknum yang diduga Slankers sepulang menonton Iwan Fals sekira satu bulan lalu.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved