Ada Oknum Curangi Warga Terkait Rencana Pembebasan Lahan Normalisasi Sungai

Rencana normalisasi sejumlah sungai di Jakarta terhambat oleh masalah pembebasan lahan.

Ada Oknum Curangi Warga Terkait Rencana Pembebasan Lahan Normalisasi Sungai
Warta Kota/Feryanto Hadi
UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memulai pengerukan di Kali Krukut di Jalan Antasari RT 02, 03, 04, dan RT 13 RW 06 Cipete Utara, Kebayoran Baru. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU--- Rencana normalisasi sejumlah sungai di Jakarta terhambat oleh masalah pembebasan lahan.

Tidak beberapa lokasi, proses negosiasi antara pemerintah dan warga berlangsung cukup alot.

Perdebatan paling mencolok yakni soal kesepakatan nilai pembebasan lahan.

Di pusara polemik tersebut, sejumlah oknum dinyatakan mencoba mencari keuntungan.

Hal itu disebutkan Sekjen Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara, Eka Jaya, di sela diskusi antara jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan, media massa, dan lintas ormas di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

Eka mengatakan, pihaknya sudah terjun langsung ke sejumlah lokasi yang bakal terkena pembebasan lahan sebagai dampak adanya normalisasi.

Di daerah Pejaten Timur, Jakarta Selatan, dan Condet, Jakarta Timur, menurutnya ada pihak-pihak yang sengaja merayu warga untuk menjual tanahnya dengan harga murah.

Bahkan, pemaksaan untuk menjual tanah disertai dengan ancaman.

"Kami mendapat info banyak yang bermain dalam proses pembebasan lahan terkait normalisasi. Ini luar biasa. Harga lahan milik warga dibeli dengan harga murah kemudian akan dijual ke Pemprov DKI dengan harga mahal. Mereka yang tidak menjual ke makelar mereka diancam," kata Eka Jaya.

"Sebagai contoh, ada warga yang punya tanah 60 meter persegi. Dibeli oknum itu seharga Rp 800.000 per meter nanti dijual ke Pemprov DKI senilai Rp 4 juta-Rp 4,5 juta per meter. Untungnya luar biasa. Bahkan, warga yang jual rumah itu kemudian malah ngontrak di bekas rumahnya sendiri karena tak mampu lagi beli rumah," kata Eka.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved