Ada Kesan PSSI Lindungi Mafia Judi

LAME duck alias bebek lumpuh! Itulah yang terjadi kepada PSSI sekarang ini di mata Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN).

Ada Kesan PSSI Lindungi Mafia Judi
WARTA KOTA/EKO PRIYONO
Komisioner Bidang Hukum KPSN, Erwin Mahyudin menyebut ada judi dan pengaturan skor pertandingan di depan mata, tapi PSSI tak mampu berbuat apa-apa. Justru ada kesan PSSI begitu perkasa melindungi mafia judi. 

Bisa Dipidanakan

Lebih jauh Erwin berpendapat, jika Jokdri atau pengurus PSSI lainnya mengetahui ada perjudian dan match fixing di persepakbolaan Indonesia tetapi tidak melaporkannya ke polisi, mereka bukan saja bisa dituduh melindungi mafia judi dan runner, melainkan juga berpotensi dipidanakan.

"Bila mengetahui ada suatu tindak pidana tetapi tidak melaporkannya kepada pihak berwajib, mereka bisa dipidanakan," tegasnya.

Erwin lalu merujuk soal perjudian yang diatur Pasal 303 KUHP, dan perjudian online yang diatur Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang (UU) No 11 Tahun 2008 yang telah diubah dengan UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Adapun aturan tentang saksi atau seseorang yang mengetahui suatu tindak pidana diatur dalam Pasal 1 angka 16 KUHAP, yakni, "Saksi adalah seorang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri."

"Menjadi saksi dalam suatu perkara pidana merupakan kewajiban hukum bagi setiap orang yang dipanggil oleh aparat penegak hukum, mengingat pentingnya keterangan saksi sebagai salah satu alat bukti dalam mengungkap suatu tindak pidana," jelas Erwin.

Soal orang yang mengetahui adanya niat untuk melakukan suatu tindak pidana tetapi tidak mau melapor, hal itu menurut Erwin diatur Pasal 165 KUHP, termasuk sanksi pidananya, yakni hukuman sembilan bulan penjara.

"Jadi, kewajiban bagi setiap orang untuk melaporkan kepada polisi, jika mengetahui terjadinya suatu tindak pidana. Hal ini untuk mencegah terjadinya suatu tindak kejahatan, karena jika tidak diberitahukan segera maka orang tersebut dapat dikatakan memberi kesempatan pada seseorang untuk melakukan kejahatan. Jadi, bagi bung Jokdri ada dua opsi, melapor ke polisi atau menunggu dipangil polisi," tutupnya.

Penulis:
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved