Pilpres 2019

Prabowo Subianto: Anakmu Baru Lahir, Utangnya Sudah Rp 9 Juta

CALON presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyoroti pengelolaan negara saat ini. Menurutnya, sejumlah elite salah mengelola negara.

Prabowo Subianto: Anakmu Baru Lahir, Utangnya Sudah Rp 9 Juta
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan di kediaman Prabowo Subianto, Jakarta, Jumat (7/9/2018). Dalam keterangan persnya, Prabowo-Sandi beserta koalisi partai pengusung mengkritisi kondisi perekonomian bangsa seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. 

CALON presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyoroti pengelolaan negara saat ini. Menurutnya, sejumlah elite salah mengelola negara. Salah satu buktinya, pendapatan per kapita Indonesia yang sangat kecil.

"Saudara sekalian, para ahli mengatakan, bahwa penghasilan kita per kapita adalah sekitar 4 ribu dolar per tahun. Tapi dari 4 ribu itu, 49 persen atau setengahnya dikuasai oleh satu persen rakyat kita," ujar Prabowo Subianto dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra di Kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12/2018).

"Jadi kalau kita cabut yang satu persen, kekayaan penghasilan kita setahun tinggi setengahnya, yaitu 1.900. Itu kata penasihat saya, Pak Fuad Bawazier," sambungnya.

Ditjen Dukcapil Kemendagri Bongkar Penjualan Blangko KTP Elektronik Secara Online

Belum lagi, lanjutnya, utang Indonesia, baik utang dalam negeri maupun luar negeri. Jumlah utang tersebut bila dibagi dengan jumlah penduduk Indonesia, jelas Prabowo Subianto, maka satu orang akan menanggung utang 600 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 9 juta.

"Jadi iya, utang kamu itu 600 dolar. Kurang lebih 600 dolar itu, berapa ya? Ya sekitar Rp 9 juta. Anakmu baru lahir, utang sudah 9 juta," ujar Prabowo Subianto di depan ribuan kader Partai Gerindra dan pimpinan parai koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kondisi Indonesia tersebut, menurut mantan Komandan Jenderal Kopassus itu, setara dengan Afghanistan, dan tiga negara Afrika, yakni Chad, Ethiopia, dan Burkina Faso.

"Kita setelah 70 tahun merdeka tetap kacau. Saudara-saudara, ini yang tidak pernah diakui oleh elite kita. Karena itu, tidak ada jalan lain, kita harus memenangkan pemilihan 2019," tegasnya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved