Pejabatnya Dikenai Sanksi, Korut Ancam Hentikan Proses Denuklirisasi Selamanya

Korut mengecam langkah AS yang kembali menjatuhkan sanksi terhadap tiga pejabatnya dan mengancam bakal menutup jalan menuju denuklirisasi selamanya.

Pejabatnya Dikenai Sanksi, Korut Ancam Hentikan Proses Denuklirisasi Selamanya
getty images/express.co.uk
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un 

KOREA Utara (Korut) mengecam langkah Amerika Serikat yang kembali menjatuhkan sanksi terhadap tiga pejabatnya dan mengancam bakal menutup jalan menuju denuklirisasi untuk selamanya.

Kecaman dan ancaman tersebut disampaikan Pyongyang pada Minggu (16/12/2018), menyusul keputusan pemerintah AS yang memberlakukan sanksi kepada tiga pejabat senior Korut yang dianggap telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Jika Korut Penuhi Denuklirisasi, Barulah Donald Trump Kabulkan Permintaan Kim Jong Un

Negosiasi soal Denuklirisasi dengan AS Buntu, Korut Mulai Marah

Washington sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap tiga pejabat tinggi Korea Utara, termasuk Choe Ryong Hae, yang disebut sebagai tangan kanan Pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Dalam pernyataannya yang disiarkan oleh kantor berita KCNA, Korut menyampaikan pujian terhadap Presiden AS Donald Trump, atas upayanya meningkatkan hubungan dengan Pyongyang.

Namun Pyongyang juga menyebut Departemen Luar Negeri AS telah berupaya membawa hubungan antara Korut dengan AS kembali pada status di tahun lalu yang ditandai dengan saling bertukar serangan.

Di Depan Menlu Rusia, Kim Jong Un Tegaskan Niat Denuklirisasi Korut

Direktur Peneliti Kebijakan dari Institut Studi Amerika dari Kementerian Luar Negeri Korea Utara menuduh AS telah sengaja melakukan provokasi atas sanksi kepada tiga pejabat itu.

"Apabila Washington percaya kebijakan peningkatan sanksi dan tekanan dapat memaksa Korut menyerahkan persenjataan nuklirnya, maka mereka telah membuat kesalahan perhitungan terbesar."

" Sanksi justru akan menghalangi jalan menuju denuklirisasi di Semenanjung Korea untuk selamanya," bunyi pernyataan itu, seperti dilansir AFP.

Awal pekan lalu, Pemerintahan AS telah menjatuhkan sanksi kepada tiga pejabat Korea Utara dan menyatakan bakal menyita aset mereka di AS atas peran mereka dalam menekan kebebasan berpendapat.

Sanksi tambahan tersebut diyakini hanya akan berdampak kecil terhadap pejabat dari salah satu negara paling tertutup di dunia itu.

Namun pemberian sanksi tersebut dipandang memiliki simbol perlawanan yang jelas di saat Korut sedang mencari penerimaan yang lebih besar oleh AS. (Agni Vidya Perdana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korea Utara Kembali Ancam Hentikan Proses Denuklirisasi Selamanya"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved