Pesawat Jatuh

Lanjutkan Pencarian Korban dan CVR, Lion Air Kerahkan Kapal MPV Everest dan Gelontorkan Rp 38 Miliar

Danang mengatakan, proses pencarian akan difokuskan berdasarkan pemetaan terakhir area koordinat jatuhnya penerbangan JT 610.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Petugas mengidentifikasi barang-barang korban pesawat Lion Air JT 610 nomor registrasi PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang di Posko Evakuasi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (31/10/2018). 

LION Air Group melanjutkan pencarian korban dan cockpit voice recorder pesawat Boeing 737 Max 8 registrasi PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada 29 September 2018 lalu. Mereka mengalokasikan dana Rp 38 miliar untuk pencarian tersebut.

"Lion Air menganggarkan dana sendiri untuk pencarian kembali senilai Rp 38 miliar," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Minggu (16/12/2018).

Danang menjelaskan, pihaknya mendatangkan kapal yang lebih canggih serta menggandeng pihak swasta asal Belanda, guna mencari korban dan CVR pesawat nomor penerbangan JT 610 itu.

Kuasa Hukum Pastikan Vicky Prasetyo dan Angel Lelga Takan Rujuk

"Dalam proses pencarian kembali, Lion Air menunjuk perusahaan swasta profesional asal negara Belanda dengan menggunakan kapal laut MPV Everest," ujarnya.

Namun, kapal tersebut masih terhambat di Johor Bahru, Malaysia. Kapal yang direncanakan tiba hari ini, tertahan di negeri Jiran karena cuaca buruk dan hujan deras.

"Perkiraan waktu tempuh perjalanan dari Johor Bahru menuju perairan Karawang adalah 2 hari dan 5 jam, sehingga kapal akan tiba di Karawang sekitar Rabu (19/12/2018)," jelasnya.

Ketua DPR: KKB Atau OPM, yang Penting Sikat Dulu Aja

Pencarian tersebut akan dilakukan selama 10 hari. Danang mengatakan, proses pencarian akan difokuskan berdasarkan pemetaan terakhir area koordinat jatuhnya penerbangan JT 610.

"Dalam hal ini, apabila ditemukan maka akan diambil dan diserahkan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) guna tindakan selanjutnya sesuai prosedur," paparnya.

Lion Air menyinggung pencarian kotak hitam berisi CVR itu menurut undang-undang sebenarnya adalah tugas dan tanggung jawab dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia mengutip Perpres 2/2012 tentang KNKT pasal 48 yang berbunyi 'Segala biaya yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas KNKT dan tugas Sekretariat KNKT dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara cq. anggaran Kementerian Perhubungan'.

Beredar Video Ahok Berterima Kasih kepada Pendukungnya, Kondisinya Kini Lebih Kurus dan Kalem

"Pencarian kembali ini juga merupakan kesungguhan Lion Air untuk mencari bagian kotak hitam, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) yang menurut undang-undang adalah tugas dan tanggung jawab dari KNKT," bebernya.

Pesawat Lion Air PK-LQP bernomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang membawa total 181 penumpang dan delapan awak jatuh di perairan Karawang, Senin, 29 Oktober 2018.

Sebanyak 125 jenazah korban berhasil diidentifikasi saat Basarnas menghentikan pencarian korban pada 10 November 2018 lalu. (Ria Anatasia)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved