Ini 6 Fakta Lolosnya Hamdan dari Kelompok Abu Sayyaf, 3 Bulan Disandera hingga Kelaparan di Hutan

KEKEJAMAN kelompok teroris Abu Sayyaf di Filipina sudah terkenal di seluruh dunia. Banyak orang telah menjadi korban kekerasan kelompok ini.

Ini 6 Fakta Lolosnya Hamdan dari Kelompok Abu Sayyaf, 3 Bulan Disandera hingga Kelaparan di Hutan
Istimewa
ILUSTRASI 

Hamdan pun bisa bernafas lega.

5. Kebahagiaan Julianti, istri Hamdan

Hamdan, TKI asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berhasil melarikan diri dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan dan kini kembali kumpul bersama keluarganya.
Hamdan, TKI asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berhasil melarikan diri dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan dan kini kembali kumpul bersama keluarganya. (Kompas.com)

Setelah Kemenlu di Filipina menelopon keluarga Hamdan di Polewali Mandar, Julianti langsung pergi ke Jakarta untuk menjemput suaminya.

Staf dari Kemenlu, Todi Baskoro menjelaskan, pihak kementerian luar negeri telah membantu proses pemulangan Hamdan dari Filipina hingga ke kampung halamannya.

“Alhamdulilah Hamdan Yunus telah kami serahkan ke tengah keluarga,” kata Todi.

Namun demikian, hingga kini pihak kementerian masih berupaya untuk membebaskan, Syamsul Saguni, rekan Hamdan yang masih disandera Abu Sayyaf sejak tiga bulan lalu.

6. Cerita Hamdan tentang rekannya, Syamsul Saguni

Hamdan Yunus (tengah, berbaju putih), TKI asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat berdoa bersama keluarga dan kerabatnya, Sabtu (15/12/2018), setelah berhasil melarikan diri dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan yang menyanderanya selama tiga bulan.
Hamdan Yunus (tengah, berbaju putih), TKI asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat berdoa bersama keluarga dan kerabatnya, Sabtu (15/12/2018), setelah berhasil melarikan diri dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan yang menyanderanya selama tiga bulan. (Kompas.com)

Hamdan menceritakan, tak hanya dirinya yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. Rekannya, Syamsul Saguni, juga menjadi sandera kelompok tersebut.

Selama ditawan Hamdan dan Syamsul Saguni tidur satu tenda bersama enam anggota kelompok Abu Sayyaf.

Selama disandera tiga bulan di dalam hutan, Hamdan mengaku mendapat perlakuan yang baik. Ia tidak mendapat kekerasan.

Dirinya mengaku sedih karena Syamsul hinga kini masih di sandera.

Hal senada juga diungkapkan istri Syamsul, Fitriani, saat ditemui di rumahnya Desa Lalattedong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Halaman
1234
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved