Ini 6 Fakta Lolosnya Hamdan dari Kelompok Abu Sayyaf, 3 Bulan Disandera hingga Kelaparan di Hutan

KEKEJAMAN kelompok teroris Abu Sayyaf di Filipina sudah terkenal di seluruh dunia. Banyak orang telah menjadi korban kekerasan kelompok ini.

Ini 6 Fakta Lolosnya Hamdan dari Kelompok Abu Sayyaf, 3 Bulan Disandera hingga Kelaparan di Hutan
Istimewa
ILUSTRASI 

Hamdan terus berlari agar tidak terlacak para anggota Abu Sayyaf. Rasa lapar tak dihiraukan Hamdan. Ia sempat bermalam di tengah hutan karena tak bisa melanjutkan perjalanan.

Selain takut kembali ditangkap, ia juga tak mengenali medan tempat ia melarikan diri.

3. Tersesat dan menahan lapar di dalam belantara hutan

Dalam kondisi takut dan lapar, Hamdan terus berlari menjauh dari kelompok Abu Sayyaf. Saat itu Hamdan hanya ingin segera bertemu keluarganya dan lolos dari kejaran anggota Abu Sayyaf.

Namun, karena kelelahan Hamdan pun terpaksa beristirahat semalam di dalam hutan tersebut. Esok hari, Hamda melanjutkan perjalanan lagi.

Saat itu hatinya sedikit lega ketika bertemu dengan sebuah perkampungan. Hamdan menemui seorang warga yang tengah mengantar anakknya ke sekolah. Namun, orang tersebut tak dapat berbahasa melayu.

“Saya memelas sambil menangis, minta tolong kepada bapak yang sedang membonceng anaknya hendak ke sekolah, tapi rupanya (orang itu) tidak mengerti bahasa Melayu,” kata Hamdan.

Tak berselang lama, ada salah satu warga yang mengerti bahasa Melayu. Hamdan pun menceritakan dirinya telah disandera Abu Sayyaf selama tiga bulan di dalam hutan.

4. Jalan selamat Hamdan terbuka saat bertemu perkampungan

Hamdan sungguh bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada salah satu warga di perkampungan yang dia temui.

“Tenanglah, kami juga keluarga muslim, insya Allah kamu selamat,” kata Hamdan mengutip percakapannya dengan keluarga yang membantunya lolos dari kelompok Abu Sayyaf.

Hamdan segera mencium kaki orang tersebut sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasihnya. Setelah itu, orang tersebut membawa Hamdan ke kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia di Filipina.

Halaman
1234
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved