Travel

Hentikan Wacana KenaikkanTarif Masuk ke TN Komodo

Surat pernyataan sikap penolakan wacana ini ditandatangani atas nama Ketua Dewan Pimpinan Cabang ASITA Manggarai Barat, Donatus Matur.

Hentikan Wacana KenaikkanTarif Masuk ke TN Komodo
kompas.com
Wisatawan berpose dengan komodo dalam jarak aman yang ditentukan ranger.(Ranger TN Komodo, Sulaiman). 

LABUAN BAJO, KOMPAS.com — Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Kabupaten Manggarai Raya, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak Pemprov NTT menghentikan wacana kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional (TN) Komodo sebagaimana di wacanakan oleh Gubernur NTT Viktor B Laiskodat belum lama ini.

Wisatawan berpose dengan komodo dalam jarak aman yang ditentukan ranger.(Ranger TN Komodo, Sulaiman).
Wisatawan berpose dengan komodo dalam jarak aman yang ditentukan ranger.(Ranger TN Komodo, Sulaiman). (kompas.com)

Dewan Pimpinan Cabang Asita Manggarai Barat sudah mengirimkan surat kepada Gubernur NTT di Kupang dengan No.22/ASITA-MB/IX/2018, perihal, pernyataan sikap penolakan wacana kenaikan tarif masuk ke TN Komodo. Surat pernyataan sikap penolakan wacana ini ditandatangani atas nama Ketua Dewan Pimpinan Cabang ASITA Manggarai Barat, Donatus Matur dan Sekretarisnya, Ali Sahudin tertanggal 14 Desember 2018.

Surat pernyataan ini diterima Kompas.com, Minggu (16/12/2018), melalui surat elektronik dan Whatsapp. Matur menjelaskan, Dewan Pimpinan Cabang Asita Manggarai Raya mendesak Pemprov NTT untuk segera menghentikan wacana kenaikan tarif masuk TN Komodo. Kedua, mendesak Pemprov NTT segera mengeluarkan pernyataan resmi secara tertulis bahwa rencana kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo masih sebatas wacana.

Pernyataan resmi ini untuk memberikan kepastian kepada wisatawan mancanegara dan Nusantara, baik yang telah melakukan konfirmasi pemesanan paket wisata ke TN Komodo maupun wisatawan yang sedang merencanakan perjalanan wisata ke TN Komodo.

Pernyatan resmi tersebut harus disampaikan kepada publik melalui media baik media lokal, nasional dan media internasional paling lambat tanggal 18 Desember 2018. "Pernyataan resmi tersebut menjadi kekuatan bagi kami Asita Manggarai Raya untuk terus melakukan promosi paket wisata kepada wisatawan domestik dan wisman," kata Donatus Matur.

Ketiga, mendesak Pemprov NTT untuk meminta kepada wisatawan agar tidak ragu datang ke TN Komodo dengan alasan adanya wacana kenaikan tarif masuk TN Komodo. Baca juga: Menteri BUMN Resmikan Kapal Wisata Komodo Selanjutnya menyampaikan kepada publik bawah kenaikan tarif masuk TN Komodo membutuhkan kajian mendalam dan membutuhkan waktu sebelum memutuskan dan menetapkan kenaikan tarif masuk tersebut.

Keempat, meminta kepada pemerintah Pusat dalam hal ini kementerian yang berwenang baik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Keuangan dan Pemda Manggarai Barat harus melibatkan pelaku pariwisiata Manggarai Barat dan Manggarai Raya dalam menetapkan tarif masuk TN Komodo ataupun retribusi lainnya yang dipungut dalam TN Komodo.

Kelima, meminta Pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Pemkab Mabar, agar dalam menerapkan tarif masuk maupun retribusi lainnya yang berlaku di TN Komodo harus diterapkan minimal 2 tahun setelah diputuskan karena pertimbangan: Tour Operator dan wisatawan sudah melakukan konfirmasi pemesanan paket wisata minimal 1 tahun sebelum jadwal kedatangan ke Labuan Bajo dan TN Komodo.

Keenam, tour operator akan dinilai tidak profesional dalam menyampaikan informasi yang akurat terkait wacana kenaikan tarif masuk TN Komodo. (Markus Makur).

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved