Guguran Lava Pijar di Gunung Merapi, Kepala BPPTKG Yogyakarta: Sudah Terjadi Sejak Agustus

Saat ini Gunung Merapi masih berstatus Waspada atau level II. Radius bahaya 3 Km dari puncak Gunung Merapi.

Guguran Lava Pijar di Gunung Merapi, Kepala BPPTKG Yogyakarta: Sudah Terjadi Sejak Agustus
Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko
PETUGAS memantau aktivitas kondisi Gunung Merapi pasca kenaikan status dari normal menjadi waspada dengan radio komunikasi di kawasan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (22/5/2018). 

KEPALA Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida membenarkan terjadinya guguran lava pada Gunung Merapi, Minggu (16/12/2018).

Menurut Hanik, terjadinya guguran lava merupakan fenomena biasa saat fase pertumbuhan kubah lava baru di Gunung Merapi.

"Sebenarnya sih guguran lava sudah terjadi sejak 22 Agustus," ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, saat di hubungi Kompas.com, Senin (17/12/2018).

5 Fakta di Balik Lava Pijar Merapi Minggu Malam, Sudah Dikatakan 4 Hari Sebelumnya

Hanik menuturkan, guguran lava pijar yang terjadi pada Minggu (16/12/2018) pukul 19.08 WIB. Jarak luncuran lava yakni 300 meter ke selatan, atau ke arah Kali Gendol.

"Sebenarnya itu (guguran lava pijar) sudah terjadi sejak lama tapi arahnya ke dalam kawah, dominan ke arah barat laut. Sesekali ke arah tenggara," urainya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam jumpa pers terkait letusan freatik Gunung Merapi di Yogyakarta, Jumat (11/5/2018).
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam jumpa pers terkait letusan freatik Gunung Merapi di Yogyakarta, Jumat (11/5/2018). (Kompas.com/Wijaya Kusuma)

Gunung Merapi menurut Hanik telah memasuki fase erupsi magmatik. Fase erupsi magmatik ini ditandai dengan munculnya Kubah Lava baru di Puncak Gunung Merapi pada 11 Agustus 2018.

Tipe erupsi Gunung Merapi cenderung efusif. Guguran Lava lanjutnya merupakan fenomena yang biasa saat terjadi proses pertumbuhan kubah lava baru.

"Itu (guguran lava) sebenarnya hal yang biasa, fenomena biasa pada saat terjadi pertumbuhan kubah lava," tegasnya.

Disampaikannya, saat ini Gunung Merapi masih berstatus Waspada atau level II. Radius bahaya 3 Km dari puncak Gunung Merapi. (Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kepala BPPTKG Yogyakarta: Guguran Lava Pijar di Gunung Merapi Adalah Fenomena Biasa"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved