Senin, 13 April 2026

Durasi Penggunaan Akses JPM Tanah Abang Ditambah

Hal itu dikatakan oleh Doni Simanihuruk selaku Penanggung Jawab Pedagang JPM Tanah Abang, Minggu (16/12).

Penulis: Rangga Baskoro |
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Sebanyak 446 kios di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang sudah bisa dipergunakan sejak Senin (10/12). Namun demikian masih ada kios yang belum diisi oleh pedagang. 

PIHAK pengelola Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang, PT Saranawisesa Properindo menambah durasi penggunaan akses JPM bagi pejalan kaki yang hendak menuju Stasiun Tanah Abang.

Hal itu dikatakan oleh Doni Simanihuruk selaku Penanggung Jawab Pedagang JPM Tanah Abang, Minggu (16/12).

"Sekarang pejalan kaki dipersilahkan untuk menggunakan akses JPM menuju Stasiun Tanah Abang hingga jam 9 malam," ucap Doni di lokasi.

Apabila sebelumnya operasional JPM Tanah Abang dibuka mulai dari pukul 05.20-20.00 WIB, kini diperpanjang satu jam hingga 21.00 WIB. Hal itu dilakukan guna memfasilitasi pejalan kaki yang hendak menuju Stasiun Tanah Abang.

"Pokoknya setelah jam 9 malam, 4 akses pintu masuk dari Blok F, Jalan KS Tubun Raya dan dua pintu di bawah fly over akan kami tutup," ungkapnya.

Sedangkan bagi pedagang, dipersilahkan untuk menggunakan kios mulai dari pukul 05.20-16.00 WIB. Sebelumnya, mereka hanya diperbolehkan membuka toko pukul 08.00 WIB.

Penghasilan Belum Stabil

JPM Tanah Abang difungsikan pada Senin (10/12) lalu. Setelah 7 hari dilakukan uji coba, pedagang mengaku bahwa penghasilan mereka belum menyamai pendapatan saat mereka berjualan di tenda sebelum JPM rampung dikerjakan.

"Kalau dulu mungkin sehari bisa Rp 1 juta, sekarang paling Rp 700 ribu ya," kata Unay.

Unay menduga belum stabilnya pembeli disebabkan karena banyaknya masyarakat yang menahan diri untuk berbelanja. Banyak dari mereka yang menabung agar bisa membeli barang-barang diskon akhir tahun di pusat perbelanjaan lain.

"Dari tahun ke tahun seperti itu polanya pas bulan Desember. Banyak masyarakat yang nabung dulu, pas ada diskon baru belanja banyak," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Indun (43). Meski saat ini omzet pedagang sedikit mengalami penurunan, mereka tak bisa memberikan diskon besar-besaran seperti pusat-pusat perbelanjaan lain.

"Paling kalau begini ya kita tahan saja barangnya. Kasih diskon paling sedikit saja, karena mayoritas barang-barang disini ya sudah murah. Stabil lagi pembelinya setelah tahun baru kalau di mall sudah enggak ada diskonan," kata Indun. (abs)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved