Ujicoba Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Ampera Dinilai Tak Efektif

Rekaya lalu lintas mengatasi kemacetan di Jalan Ampera dinilai masyarakat justru semakin memperparah kemacetan.

Ujicoba Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Ampera Dinilai Tak Efektif
Warta Kota/Feryanto Hadi
Upaya Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan rekaya lalu lintas mengatasi kemacetan di Jalan Ampera, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dinilai masyarakat justru semakin memperparah kemacetan di kawasan itu. 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU--- Upaya Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan rekaya lalu lintas mengatasi kemacetan di Jalan Ampera, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dinilai masyarakat justru semakin memperparah kemacetan di kawasan itu.

Pemasangan movable concrete barrier (MCB) di tengah ruas Jalan Ampera Raya membuat kendaraan dari beberapa gang harus memutar balik di titik lain.

Aktifitas memutar arah ini membuat kendaraan menjadi menumpuk dan menghambat arus lalu lintas.

Pantauan pada Kamis (13/12/2018) siang, penumpukan kendaraan terjadi di depan Circle K akibat kendaraan dari Jalan Kenangan tak bisa langsung menuju arah Jalan TB Simatupang.

Penumpukan kendaraan juga terjadi di depan Resto Omah, dimana di titik itu menjadi lokasi putar arah kendaraan dari gang Kancil yang hendak menuju arah Kemang.

Hendro (31), tukang ojek online yang kerap mangkal di kawasan itu, mengatakan, setelah pemasangan MCB oleh Sudin Perhubungan Jakarta Selatan kemacetan di Jalan Ampera Raya justru semakin parah dari sebelumnya.

"Tidak jadi lebih baik dari sebelumnya. Banyak mobil yang mutar arah, jadi kendaraan lain numpuk karena jalan di sini memang tidak terlalu lebar," katanya.

Kendaraan yang memutar balik kerap kesusahan lantaran kondisi jalan yang tidak lebar.

Sebagian tak langsung bisa putar arah dan memundurkan kembali mobilnya untuk mencari sudut yang tepat.

Durasi memutar arah yang cukup lama itulah yang menyebabkan laju kendaraan lain terhambat di kedua arah.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved