Tingkat Konsumsi Beras Warga Kabupaten Bekasi Tinggi

Cadangan beras milik warga Kabupaten Bekasi pada tahun 2018 disimpan di Bulog Karawang, Jawa Barat dengan jumlah 112 ton per tahun.

Tribunnews
Ilustrasi Gudang Bulog. Petugas angkut tampak menata tumpukan karung beras. 

"Kalau untuk bahan terigu kami tidak menyediakan stok cadangan, biasanya dikelola oleh swasta untuk jenis makanan selain beras," ujarnya.

Berdasarkan catatannya, cadangan beras milik warga Kabupaten Bekasi pada tahun 2018 disimpan di Bulog Karawang, Jawa Barat dengan jumlah 112 ton per tahun.

Jumlah ini lebih besar dibanding cadangan pada 2017 lalu yang hanya mencapai 64 ton.

Cadangan beras yang dimiliki Kabupaten Bekasi berdasarkan hasil produksi padi di wilayah persawahan.

Sebab, produksi yang dihasilkan dari para petani masih cukup untuk menutupi kebutuhan seluruh penduduk.

"Cadangan itu kan hanya menjaga-jaga kalau produksi panen kita tidak mencukupi kebutuhan," jelas Agus.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mengklaim produksi beras yang dihasilkan para petani mencapai 569 ton dalam satu hari.

Bahkan, kebutuhan seluruh penduduk mengonsumsi beras dalam sehari mencapai 375 ton, sehingga masih ada 149 ton beras untuk dicadangkan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdul Karim mengatakan, karena persediaan stok beras yang besar tentunya pemerintah daerah tidak melakukan permintaan tambahan ke pemerintah pusat.

Termasuk harga beras yang dijual di pasaran pun masih stabil.

"Harga beras di kita masih stabil, tidak seperti daerah lain," kata Karim.

Karim mengaku, tahun 2017 lalu sempat memiliki kendala dalam produksi beras.

Salah satunya, adanya gangguan hama dan cuaca.

Namun, untuk kendala hama wereng, pemerintah daerah mampu melakukan antisipasi dengan memberikan insektisida.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved