Minuman Keras Ilegal

258 Botol Minuman Keras Ilegal Berbagai Merek di Toko Klontong Disita Petugas

Sebanyak 258 botol minuman keras disita dari warung kelontongan di jalan Sunan Giri, Rawamanggun, Jakarta Timur, Kamis (13/12/2018).

258 Botol Minuman Keras Ilegal Berbagai Merek di Toko Klontong Disita Petugas
Dok Raimas Backbone Polres Metro Jakarta Timur
Sejumlah barang bukti botol minuman keras diamankan Tim Rainmas Backbone Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (13/12/2018). 

WARTA KOTA, PULOGADUNG --- Raimas Backbone Polres Metro Jakarta Timur menggerebek penjual minuman keras berkedok warung kelontongan di jalan Sunan Giri, Rawamanggun, Jakarta Timur, Kamis (13/12/2018).

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan 258 botol minuman keras (miras) berbagai merek.

Kepala Tim Raimas Backbone Polres Metro Jakarta Timur, Bripka Ambarita mengatakan bahwa penggerebekan tersebut berdasarkan hasil laporan masyarakat tentang penjualan miras yang berkedong warung kelontong.

Bea Cukai Bekasi Musnahkan 3 Juta Batang Rokok dan 5.820 Botol Minuman Keras Ilegal

Atas laporan masyarakat itu, petugas langsung melakukan penggrebekan lokasi yang dijadikan tempat penjualan miras ilegal.

"Jadi kita dapat informasi dari masyarakat, setelah kita tindak lanjuti ternyata benar bahwa di lokasi memang dijual berbagai miras," kata Ambarita, Kamis (13/12/2018).

Dari penggrebekan tersebut pihaknya menemukan miras berbagai merek sebanyak 285 botol. Petugas pun langsung menyita ratusan botol minuman keras tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pemilik warung yang diketahui berinisial RM , seluruh barang bukti langsung dibawa ke Polsek Pulogadung, Jakarta Timur.

Pelajar Bekasi Tewas Usai Tengak Minuman Keras Hasil Racikan Sendiri

"Barang bukti yang kita amankan sebanyak 285 botol miras berbagai merek. Semuanya kita amankan ke Polsek Pulogadung, dan pemilik warung kita himbau agar tidak berjualan kembali, jika berjualan kembali akan kita tindak," ujarnya.

Ambarita mengatakan, penggerebekan minuman keras tersebut segera dilakukan agar Jakarta Timur semakin kondusif.

Alasannya, kata Ambarika, mereka yang mengonsumsi alkohol secara tidak bertanggung jawab dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Tentunya kita harapakan dengan langkah-langkah seperti ini, lebih memberikan efek kondisivitas wilayah hukum Polres Metro Jakarta Timur," ucapnya. 

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved