VIDEO: BNN Sebut Belanda dan Jerman Tidak Koperatif Soal Pemberantasan Narkoba

Arman menyebut, sikap tak koorperatif yang dilakukan Belanda dan Jerman dilakukan dengan alasan perbedaan hukum.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengkritik Belanda dan Jerman yang enggan bekerja sama untuk memberantas peredaran narkoba.

Kritikan itu disampaikan Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari terkait temuan narkoba jenis baru yang berbentuk cair yang dipasok dari kedua negara tersebut.

"Disayangkan lagi kedua negara ini kurang bisa diajak bekerja sama. Bahkan cenderung menolak diajak bekerja sama dalam mengungkap kasus narkoba yang dikirim dari negara mereka," kata Arman di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (12/12/2018).

Arman menyebut, sikap tak koorperatif yang dilakukan Belanda dan Jerman dilakukan dengan alasan perbedaan hukum.

Padahal, saat ini semua warga negara dimana pun harus dilindungi dari bahaya narkotika.

"Di mana seharusnya, sekalipun perbedaan hukum itu ada, kita harus saling menghargai karena hukum dibuat untuk melindungi warga negara. Warga negara siapa pun karena dia merupakan manusia, bukan justru menjadi alat yang diskriminatif dalam penegakan hukum," ungkap Arman.

Lebih lanjut, Ia menilai kedua negara tersebut menunjukan sikap menolak dan tidak mendukung Indonesia yang saat ini tengah berupaya memberantas peredaran narkoba.

"Tapi ada negara-negara tertentu yang katanya sahabat tetapi tidak bersedia bekerja sama," terang Arman.

Sebelumnya, BNN mendapatkan informasi adanya paket pengiriman dari Jerman yang berisi cairan dari biji ganja yang diduga mengandung narkotika jenis Cannabis Sativa.

Setelah dilakukan uji laboratorium, ternyata zat yang terkandung dalam cairan yaitu Cannabidiol dan Dronabinol.(*)

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved