Proyek Air Minum Semarang Barat Diresmikan, Bisa Layani 60 Ribu Rumah

SPAM Semarang Barat memanfaatkan Bendungan Jatibarang sebagai sumber air baku. Sebanyak 60 ribu rumah akan terlayani air bersih

Proyek Air Minum Semarang Barat Diresmikan, Bisa Layani 60 Ribu Rumah
istimewa
Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat senilai Rp1,1 Triliun ditandatangani Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono, 

Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat senilai Rp1,1 Triliun resmi ditandatangani.

“Sesuai fokus Pemerintah, maka percepatan pembangunan infrastruktur secara merata masih diutamakan, di samping pembangunan dalam Pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan Peresmian Kerjasam Proyek KPBU SPAM Semarang Barat di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/12).

Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran, perlu inovasi dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur. Terbukti, sinergi positif antara Pemerintah dengan Badan Usaha telah membuahkan hasil. “Skema KPBU merupakan solusi yang strategis,” tegasnya.

SPAM Semarang Barat saat beroperasi nanti akan menjangkau 31 kelurahan di 3 kecamatan yakni Semarang Barat, Tugu dan Ngaliyan. Proyek ini direncanakan sebagai pilot project.

SPAM Semarang Barat memanfaatkan Bendungan Jatibarang sebagai sumber air baku. Sebanyak 60 ribu rumah akan terlayani air bersih. Proyek ini diharapkan dapat menyelesaikan krisis air bersih. Sekaligus mencegah terjadinya permukaan tanah akibat penggunaan air tanah di Kota Semarang.

Peresmian proyek ini dilakukan oleh Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono, dengan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI, Walikota Semarang yang diwakili oleh Wakil Walikota, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), dan Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyatakan Pemerintah menyambut keterlibatan swasta dalam membangun infrastruktur, khususnya di sektor Air Minum. Ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat.

Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Armand Hermawan mengatakan proyek SPAM Semarang Barat ini merupakan proyek ketiga pada sektor air minum yang mendapatkan penjaminan pemerintah. Dua proyek sebelumnya yakni, SPAM Umbulan Jawa Timur dan SPAM Bandar Lampung.

Armand mengatakan, KPBU makin diminati untuk membangun infrastruktur. Swasta tertarik berinvestasi karena regulasi yang memudahkan. Selain itu, penjaminan pemerintah melalui PT PII memberikan kepastian kembalinya modal dengan keuntungan yang wajar.

“Proyek SPAM Semarang Barat kembali membuktikan bahwa skema KPBU menarik minat swasta dalam pembangunan proyek infrastruktur,” ungkapnya.

Menurutnya, semakin banyak badan usaha terlibat dalam pembangunan infrastruktur, makin besar juga manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dia menjelaskan, Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dalam proyek ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang. Sedangkan badan usaha pelaksananya adalah PT Air Semarang Barat.

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Emma Sri Martini menyebut proyek SPAM Semarang Barat merupakan komitmen kuat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendorong percepatan penyediaan infrastruktur. Kemenkeu melalui PT SMI memberikan dukungan berupa Project Development Facility.

“PT SMI berperan sebagai pelaksana penugasan Kemenkeu dalam penyediaan fasilitas pengembangan proyek dan transaksi, memastikan proyek ini memenuhi tingkat kelayakan yang sesuai – feasible, bankable, compliance, serta memastikan proses pelelangan badan usaha yang adil, transparan dan kompetitif,” katanya.

Dia menambahkan Proyek SPAM Semarang Barat merupakan upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. “Dukungan terhadap pencapaian SDGs salah satunya Air Bersih dan Sanitasi Layak,” tutupnya.

Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved