Jumlah Sampah Plastik Diprediksi Melebihi Tangkapan Ikan Tahun 2050

Fenomena Sampah Plastik, Jumlah Sampah Plastik Diprediksi Melebihi Tangkapan Ikan Tahun 2050.

Jumlah Sampah Plastik Diprediksi Melebihi Tangkapan Ikan Tahun 2050
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas Dinas Kebersihan menyerok sampah yang mengambang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018). 

WARTA KOTA, PADEMANGAN--- Fenomena sampah plastik belakangan ini kondisinya makin mengkhawatirkan.

Bahkan berdasarkan kajian yang ada, jumlah sampah plastik akan melebihi jumlah tangkapan ikan pada tahun 2050 mendatang.

Peneliti Kimia Laut dan Ekotoksikologi Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Reza Cordova, menilai seluruh daerah di Indonesia sudah terpapar sampah plastik dan mikro plastik.

Berdasarkan kajian secara global, jumlah sampah plastik yang diproduksi ada lebih dari 80 juta ton apabila dihitung secara bio massa.

Sementara 10 persennya atau delapan juta ton sampah plastk masuk ke laut.

"Sedangkan perbandingan tangkapan ikan berapa sih sekarang? Memang masih banyak, perbandingannya tiga (ikan) banding satu (sampah). Tahun 2050 jadi satu ikan banding tiga kali lipatnya sampah dari bio massa," kata Reza, Rabu (12/12/2018).

Tidak hanya itu, kondisi serupa juga bisa terjadi dengan fenomena mikro plastik.

Pada tahun yang sama, jumlah mikro plastik lebih banyak dari plankton di lautan.

"Pada tahun yang sama, 2050 dikalkulasi jumlah mikro plastik lebih banyak dari plankton sebagai makanan ikan. Jadi bisa dibayangkan kedepannya seperti apa," katanya.

Sebelum itu terjadi masyarakat harus mengubah sistem penanganan sampah plastik yang ada saat ini.

Apabila sistem yang tidak maksimal membuat penanganan sampah tidak efektif.

"Manajemen pengelolaan sampah harus jauh lebih baik. Tanpa ada pengelolaan ini, peraturan sebaik apapun tanpa ada pelaksanaan yang baik tidak akan bisa memberikan dampak yang tepat," ujarnya.

Selain itu pola pikir masyarakat juga harus diubah. Menurut Reza, selama ini warga menganggap apa yang tidak terlihat secara kasat mata sebagai pertanda bersih dari sampah khususnya sampah plastik.

"Pola pikir masyarakat masih banyak yang menganggap tidak terlihat bersih, makanya sebagian masyarakat kita buang ke lingkungan, ke sungai. Padahal nggak tahu kalau ujung-ujungnya ke meja makan, kan nggak lucu," katanya.

Penanganan Sampah Plastik dan Sampah Styrofoam di Hutan Mangrove Terkendala Akses

Indonesia Darurat Sampah Plastik, Cegah Pakai 3R Reduce, Reuse, Recycle

Terkendala Alat Berat, Pembersihan Sampah Plastik dan Rumah Tangga Sebanyak 5 Ton Ditunda

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved