Enam Warga Nigeria Dideportasi karena Gunakan Paspor Palsu di Bandara Soekarno Hatta

Sebanyak enam warga negara asing (WNA) asal Nigeria diringkus oleh jajaran Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (11/12/2018) malam.

Enam Warga Nigeria Dideportasi karena  Gunakan Paspor Palsu di Bandara Soekarno Hatta
Istimewa
Enam warga Nigeria yang dideportasi dari Indonesia ke negara asalnya karena menggunakan paspor palsu dan menyalahi izin tinggal. 

WARTA KOTA, TANGERANG --- Sebanyak enam warga negara asing (WNA) asal Nigeria diringkus oleh jajaran Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (11/12/2018) malam.

Mereka diamankan lantaran telah menggunakan paspor palsu.

Keenam pelaku yakni berinisial ECE (22), SA (20), RA (24), FA (23), dan F (23) serta HH (38).

Kepala Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Enang Syamsi menjelaskan, mereka dipulangkan ke negara asalnya karena berbagai pelanggaran yakni memakai paspor palsu dan menyalahi izin tinggal.

Imigrasi Bandara Soetta Ringkus Tiga WN Nigeria Gunakan Paspor Palsu

"Mereka dideportasi karena kedapatan menggunakan paspor palsu Ghana dan over stayer tinggal di Indonesia. Kami kerja terus fokus, apalagi menghadapi Natal dan Tahun baru 2019," ujar Enang kepada Warta Kota di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (12/12/2018).

Dari keenam WNA tersebut tiga di antaranya diamankan petugas Imigrasi sesaat setelah tiba di Bandara Soekarno Hatta. Mereka diamankan lantaran menggunakan paspor palsu Negara Ghana.

"Satu orang WN Nigeria diamankan di Bandara Soetta karena penyalahgunaan izin tinggal, datang menggunakan Izin tinggal kunjungan, tetapi bekerja," ucapnya.

Sebelum dideportasi, para pelaku tersebut ditahan di ruang detensi Imigrasi Bandara Soekarno Hatta.

WNA China Jadi Imigran Gelap Digagalkan Saat Tertangkap Pakai Paspor Palsu Meksiko

Sementara satu orang WN Nigeria dikembalikan ke ruang detensi kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta menunggu kepulangan pada Januari 2019.

"Satu WN Negeria akan dipulangkan pada bulan Januari karena tiketnya bulan Januari," kata Enang.

"Mereka dideportasi menggunakan Ethiopian Airlines. Seluruh tiket kepulangan ditanggung oleh pihak kedutaan negara masing-masing. Selain dideportasi, mereka juga dimasukkan ke dalam daftar cekal," ujar Enang.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved