Rutin Baca Koran Setiap Pagi, Maruf Amin Tak Pakai Kacamata

Maruf Amin melihat tantangan koran saat ini dengan adanya perkembangan teknologi.

Rutin Baca Koran Setiap Pagi, Maruf Amin Tak Pakai Kacamata
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
Maruf Amin membaca koran di rumahnya, Jalan Situbondo No 12, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018). 

CALON wakil presiden Maruf Amin memiliki akvitas rutin membaca Koran Kompas setiap pagi.

Maruf Amin berujar, media cetak masih tetap diperlukan di era digital. Karena, ucap Maruf Amin, koran tidak sekadar menyajikan informasi, tapi juga analisa. Editorial redaksi menjadi perhatian utama Maruf Amin.

Di kediamannya, Jalan Situbondo No 12, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018), Maruf Amin terlihat membaca sejumlah koran sambil menunggu kehadiran tamu dari Keluarga Besar Nahdlatul Ulama se- Tangerang Selatan.

Persija Rebut Gelar Juara Liga 1 2018 Hanya Bermodal Empat Kali Puncaki Klasemen

"Saya masih membaca koran tiap pagi. Saat baca koran, saya tidak pakai kacamata," ungkap Maruf Amin.

Maruf Amin sedang membaca Kompas dan Media Indonesia. Maruf Amin menunjukkan berita dan foto pertemuannya dengan Ketua TKN Jokowi-Maruf Amin Erick Tohir, kemarin. Maruf Amin mengaku biasanya membaca koran 30 menit untuk tahu berita aktual.

"Saya baca semua. Yang positif dan negatif. Kalau ketemu yang negatif, nanti saya coba luruskan yang miring-miring itu," katanya.

Konvoi Persija Juara Batal Digelar Siang Ini, Anies Baswedan Ungkap Alasannya

Dia mengaku memberi perhatian khusus terhadap editorial koran, karena sorotan redaksi terhadap masalah aktual.

"Itu penting bagi saya untuk disimak. Di situ juga saya memperoleh informasi dan inspirasi. Apa yang harus diperbaiki. Jadi saya tertarik baca editorial," tutur Maruf Amin.

"Saat sedang di luar kota, di hotel pun saya sempatkan membaca koran, paling terganggu kalau ada tamu. Tapi apa yang menarik, saya baca. Termasuk berita olahraga," paparnya.

Mitra Kukar Degradasi, Rahmad Darmawan Sekolah Lagi

Maruf Amin melihat tantangan koran saat ini dengan adanya perkembangan teknologi, karena koran terlihat lambat untuk pemberitaan dibanding media online, tapi menurutnya koran masih ada kelebihan, karena ada analisa mendalam.

"Kalau online beritanya cepat. Orang sekarang pengin serba cepat. Namun koran masih diperlukan untuk menilai online. Koran penyeimbang informasi meski kalah cepat," ulas Maruf Amin.

"Sekarang koran punya online sebagai penunjang. Koran masih diperlukan untuk bahasan mendalam. Kalau mau cepatnya aja, ya baca di online. Kalau lebih mendalam di koran, meskipun koran ada keterbatasan karena harus dicetak," sambungnya.

Untuk berita online, Maruf Amin menjelaskan, biasanya timnya menyampaikan intisari berita atau informasi yang sedang ramai di media online. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved