Presiden Joko Widodo Akhirnya Bongkar Rahasia Dekat Media Massa dan Bangun Citra Positif

Presiden Jokowi akhirnya ungkap alasannya membangun citra positif melalui media massa dan dekat dengan wartawan.

Presiden Joko Widodo Akhirnya Bongkar Rahasia Dekat Media Massa dan Bangun Citra Positif
@jokowi
Presiden Joko Widodo akhirnya mengungkap alasan kedekatannya dengan kalangan media massa saat bertemu sejumlah wartawan di Istana Kepresiden, Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/12/2018). Bagi Jokowi, media adalah sahabat: dari yang memberitakan apa adanya, memberi masukan, sampai kritik yang pedas. 

"Dari yang memberitakan apa adanya, memberi masukan, sampai kritik yang pedas. Terima kasih media," ujar Jokowi.

Presiden Perintahkan Humas Dekati Media

Presiden Joko Widodo bertemu dengan insan kehumasan dalam acara Konvensi Nasional Humas 4.0 di Jakarta, Senin (10/12/2018). Menurut Jokowi, jika humas perusahaan membangun reputasi dan kepercayaan pelanggan tanpa menjelekkan perusahaan lain, maka humas pemerintah membangun kepercayaan masyarakat tanpa memberitakan keburukan siapa pun, hoaks, fitnah, dan kebencian.
Presiden Joko Widodo bertemu dengan insan kehumasan dalam acara Konvensi Nasional Humas 4.0 di Jakarta, Senin (10/12/2018). Menurut Jokowi, jika humas perusahaan membangun reputasi dan kepercayaan pelanggan tanpa menjelekkan perusahaan lain, maka humas pemerintah membangun kepercayaan masyarakat tanpa memberitakan keburukan siapa pun, hoaks, fitnah, dan kebencian. (@jokowi)

Saat bertemu dengan kalangan kehumasan dalam acara Konvensi Nasional Humas 4.0, Presiden Jokowi juga memerintahkan pegawai kehumasan mendekati wartawan atau kalangan media massa.

"Saya mengingatkan para humas bahwa tugas mereka adalah membangun citra positif dan prestasi lembaga kepada publik," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, saat ini Indonesia ingin menhasilkan devisa sebesar-besarnya dengan cara mendatangkan turis.

"Untuk itu, kita perbaiki fasilitas infrastruktur, landas pacu bandara diperpanjang, terminal diperbaiki, jalur transportasi diperbaiki, hotel dan lain-lainnya kita siapkan," ujar Presiden Jokowi.

Di samping itu, pemerintah juga ingin mendatangkan investasi yang banyak ke Indonesia. Pemerintah lalu berupaya penyerdahaan izin, deregulasi dan debirokratisasi, demi kemudahan berusaha.
Cukup? Ternyata tidak, kata Jokowi.
"Kita membutuhkan peran hubungan masyarakat (humas) dan media untuk mendatangkan para wisatawan ke Indonesia, untuk membangun citra positif Indonesia. Jika tidak, wisatawan tidak berbondong-bondong ke sini, investor juga enggan datang," tandas Jokowi.
Karena itulah, Jokowi mengingatkan para humas bahwa tugas mereka adalah membangun citra positif dan prestasi lembaga kepada publik.
"Jika humas perusahan membangun reputasi perusahaan dan kepercayaan pelanggan tanpa menyebut keburukan perusahaan lain, maka humas pemerintah membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah tanpa memberitakan keburukan siapa pun, tanpa hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian," kata Presiden Jokowi.
Simak status lengkapnya di bawah ini.
@Jokowi: Kita ingin mendatangkan wisatawan yang banyak dari mancanegara. Untuk itu, kita perbaiki fasilitas infrastruktur, landas pacu bandara diperpanjang, terminal diperbaiki, jalur transportasi diperbaiki, hotel dan lain-lainnya kita siapkan.
Kita ingin mendatangkan investasi yang banyak ke Indonesia. Pemerintah lalu berupaya penyerdahaan izin, deregulasi dan debirokratisasi, demi kemudahan berusaha.
Cukup? Ternyata tidak. Kita membutuhkan peran hubungan masyarakat (humas) dan media untuk mendatangkan para wisatawan ke Indonesia, untuk membangun citra positif Indonesia. Jika tidak, wisatawan tidak berbondong-bondong ke sini, investor juga enggan datang.
Karena itulah, pada konvensi nasional humas 4.0 di jakarta pagi tadi, saya mengingatkan para humas bahwa tugas mereka adalah membangun citra positif dan prestasi lembaga kepada publik.
Jika humas perusahan membangun reputasi perusahaan dan kepercayaan pelanggan tanpa menyebut keburukan perusahaan lain, maka humas pemerintah membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah tanpa memberitakan keburukan siapa pun, tanpa hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian,

Jokowi Dekat dengan Wartawan Sejak 2004

Jokowi menceritakan bahwa dirinya sebelum tahun 2004 tidak dikenal karena masih sebagai pengusaha kayu atau mebel.

Setelah menjadi Wali Kota Solo, dirinya baru dekat dengan wartawan.

Ini cerita lengkapnya. 

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved