Breaking News:

Pemerintah Kota Bekasi Bakal Terapkan Penggunaan Plastik Ramah Lingkungan di Kota Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi Bakal Terapkan Penggunaan Plastik Ramah Lingkungan di Kota Bekasi

nationalgeographic.co.id
Kantong plastik 

WARTA KOTA, BEKASI--- Keberadaan sampah plastik ini menjadi perbincangan, setelah sejumlah ikan mati akibat makan sampah plastik.

Hal itu membuat sejumlah wilayah menerapkan pelarangan sampah plastik, termasuk Kota Bekasi.

Pemerintah Kota Bekasi sudah memiliki Peraturan Wali Kota Nomor 61 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang akan mempertegas soal penggunaan sampah plastik.

"Rencananya semua ritel di Kota Bekasi kami terapkan pelarangan penggunaan plastik. Kalau ingin menggunakan plastik gunakan yang ramah lingkungan. Kami sudah punya peraturan wali kota, tapi belum diterapkan karena sedang mempersiapkan langkah biar peraturan ini bisa terlaksana," kata Kepala Bidang Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswati, Selasa (11/12/2018).

Kiswati mengatakan, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada perusahaan ritel mengenai pelarangan penggunaan kantong plastik dan penganti plastik ramah lingkungan.

"Kami akan mulai sosialisasi, kami kampanyekan. Kami mulai Januari 2019 dan lagi persiapan langkah sosialisasinya seperti apa. Kami akan berikan pengertian dan yakinkan ke ritel. Termasuk masyarakat harus bisa jeli agar beli ke ritel yang dukung program pemerintah," kata Kiswati.

Kiswati mengatakan, setelah sosialisasi telah dilalukan pihaknya akan memaksa kepada perusahaan ritel untuk menggunakan plastik atau wajib mengganti penggunaan plastik dengan plastik ramah lingkungan.

"Kami akan jelaskan dulu, sosialisasi dengan FGD (Forum Group Discussion) kami beri pengertian semua ritel, kenapa plastik dilarang, kenapa harus menggunakan bahan pengganti plastik. Mereka harus patuh dan dukung program pemerintah ini," katanya.

Kiswati mengatakan, perusahaan ritel harus menyediakan kantong plastik ramah lingkungan.

"Pakai plastik ramah lingkungan, walaupun pastinya cukup mahal dibandingkan plastik lain. Perusahaan ritel yang tanggung biaya plastiknya bukan konsumen. Jadi kalau ritel membayar plastik biasanya Rp 300 perak. Kami paksa dia mengganti produk Rp 300 jadi Rp 1.000 tapi ramah lingkungan dan itu tetep ditanggung oleh ritel, bukan konsumen," jelasnya.

Kiswati mengatakan, saat ini pihaknya sedang mencari pabrik yang memproduksi plastik ramah lingkungan yang nantinya akan diajak kerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi untuk ditawarkan kepada perusahaan ritel.

"Kami cari dulu, siapa yang bisa kami gandeng. Kami buktikan pengganti plastik ini ramah lingkungan," ujar Kiswati.

Kasi Pengurangan Sampah, Sunarmo, mengatakan, bentuk kantong plastik ramah lingkungan tidak jauh beda dengan kantong plastik pada umumnya.

Namun, kantong plastik ramah lingkungan ini tidak bisa digunakan untuk barang basah harus kering karena terbuat dari tepung singkong dan tepung jagung.

"Plastik ramah lingkungan mudah terurai ketika dicelupkan ke dalam air panas. Namun jika tidak dicelupkan ke dalam air panas, plastik bisa terurai dalam waktu dua bulan tergantung kondisi cuaca. Tidak seperti plastik biasa yang tidak bisa teurai," katanya.

Penanganan Sampah Plastik dan Sampah Styrofoam di Hutan Mangrove Terkendala Akses

Indonesia Darurat Sampah Plastik, Cegah Pakai 3R Reduce, Reuse, Recycle

Perusahaan Ritel Bekasi Tidak Konsisten Jadi Kendala dalam Larangan Penggunaan Kantong Plastik

 

Penulis: Muhammad Azzam
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved