Jika AS Melanggar Lagi, China Akan Tabrakan Kapalnya ke Kapal Perang AS

"Jika AS melanggar lagi, saya bakal mengerahkan dua kapal perang. Satu untuk menahannya, satu lagi untuk menabrakkan diri ke mereka!"

Jika AS Melanggar Lagi, China Akan Tabrakan Kapalnya ke Kapal Perang AS
flickr.com
Arleigh Burke USS Stockdale. Kapal perang perusak ini melintas Laut China Selatan pada akhir November 2018 bersama kapal penjelajah kelas-Ticonderoga USS Chancellorsville. 

JENDERAL berpengaruh China mendesak perlunya kekerasan untuk menghadang kapal perang Amerika Serikat ( AS) yang berlayar di Laut China Selatan.

Kolonel Senior Dai Xu yang menjabat sebagai Presiden Institut Kelautan untuk Keamanan dan Kerja Sama menyampaikannya dalam sebuah diskusi.

Kapal Perang China Cegat Kapal Perang AS di Laut China Selatan

Dua Kapal Perang AS Lintasi Selat Taiwan, China Siaga

Dilansir The Global Times via Newsweek Senin (10/12/2018), Dai menegaskan setiap kapal yang melanggar kedaulatan mereka harus diserang.

"Jika AS melanggar lagi, saya bakal mengerahkan dua kapal perang. Satu untuk menahannya, satu lagi untuk menabrakkan diri ke mereka," kata Dai.

"Di teritori kami, tentu saja AS tidak akan dibiarkan membuat kekacauan," kata perwira dengan pangkat setara Brigadir Jenderal itu.

Pendeta dan Puluhan Jemaat Gereja di China Hilang, Usai Polisi Sisir Rumah-rumah

Usai Diaudit, Biarawati Ini Ngaku Curi Uang Rp 7 Miliar untuk Berjudi di Las Vegas

Selama ini, AS menantang klaim China di Laut China Selatan dengan melaksanakan operasi 'navigasi merdeka' dengan mengirim kapal perang atau pesawat tempur. Aktivitas itu sering dikeluhkan China.

Apalagi ketika AS melintasi Taiwan, pulau dengan sistem pemerintahan mandiri yang selama ini masih dianggap bagian China.

Akhir November lalu, Pentagon mengirimkan kapal penjelajah kelas-Ticonderoga USS Chancellorsville dan kapal perusak kelas-Arleigh Burke USS Stockdale.

Kedua kapal itu melintasi Kepulauan Paracel yang menjadi obyek sengketa, dan membuat China bereaksi dengan menerjunkan kapal perang dan pesawat tempurnya.

"Militer China bakal terus bersiaga dan mempertahankan kedaulatan, keamanan, serta integritas nasional," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Kolonel Ren Guoqiang.

Lebih lanjut, Dai juga membahas tentang penyatuan kembali Taiwan dengan menggunakan kekuatan jika diperlukan. Dia menuturkan saat ini perlu dilakukan persiapan.

"Jika peluang untuk reunifikasi datang, kami harus siap untuk mengambil alih Taiwan. Kami tidak punya hal untuk ditakutkan," kata Dai. (Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenderal China: Kapal Perang AS yang Langgar Kedaulatan Harus Diserang" 

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved