Marsha Aruan Terbebani Perankan Wanita Gagu

Menurutnya, menjadi gagu membuatnya sangat beban membintangi karakter Mala dalam film bergenre horor tersebut.

Marsha Aruan Terbebani Perankan Wanita Gagu
Warta Kota
Aktris Marsha Aruan 

Pemain film dan sinetron Marsha Aruan (22) kembali ditantang untuk membintangi peran, dalam film horor yang ia bintangi bertajuk 'Tembang Lingsir'.

Film karya Rizal Mantovani bersama rumah produksi MD Pictures dan Dee Company itu, Marsha Aruan berperan sebagai Mala, seorang perempuan gagu dan memiliki kekurangan setelah insiden kebakaran misterius.

Marsha Aruan mengaku tidak mudah menjadi wanita gagu. Menurutnya, menjadi gagu membuatnya sangat beban membintangi karakter Mala dalam film bergenre horor tersebut.

"Jadi gagu itu justru malah tambah beban. Karena kalau menurut aku, dengan adanya dialog malah mempermudah. Tapi justru karena harus bermain dengan ekspresi sepanjang film setiap saat, jadi menurut lebih sulit aja sih," kata Marsha Aruan ketika ditemui disela-sela peluncuran trailer film 'Tembang Lingsir', di XXI Metropole, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).

Marsha mengungkapkan dirinya sangat beruntung memiliki lawan main, yang mampu membantu dirinya totalitas memerankan karakter Mala yang membuatnya terbebani itu.

Selain bertukar cerita untuk mengeksplor perannya dengan lawan main, kekasih El Rumi itu sering bertukar pikiran dengan sang sutradara demi mendalami perannya.

"Pastinya yang enggak ada dialog malah lebih sulit. Iya (lebih terkuras energi), soalnya kan suaranya enggak bisa keluar. Jadi kayak nahan suara aja udah lebih banyak energi kayak dua kali lipat, lebih capek," ucapnya.

Marsha mengaku dirinya membaca berulang-ulang skenario nya agar bisa mendalami karakter Mala. Berulang-ulang baca skenario, karena peran Mala membuatnya kesulitan mengeksplor bakat aktingnya.

Kesulitan mendalami karakter Mala, dikarenakan Marsha hanya diberikan waktu yang singkat. Ia mendalaminya disaat reading dan sebelum proses syuting berlangsung.

"Emang agak susah, tapi seiring dengan berjalan waktu bisa sekalian sharing juga sama Mas Rizal. Ya sebenernya diemnya cuman di kata-kata aja, tapi di sini (diotak-dipikiran) tuh semua menjadi satu. Kayak aduh gue harus ngapain di sini, tapi jadi langsung menuju ke ekspresi," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved