Kepala PKB-BBNKB Ingin Bikin Gerah Penunggak Pajak Kendaraan

"Kalau terus kita tagih penunggak pajak untuk segera membayar pajak, lama-lama kan gerah juga. Pastinya mereka pun membayar mau tak mau..."

Kepala PKB-BBNKB Ingin Bikin Gerah Penunggak Pajak Kendaraan
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Petugas Samsat Jakarta Barat saat memberikan brosur atau selembaran peringatan di kaca mobil yang menunggak pajak, Senin (10/12). 

Laporan Wartawan Warta Kota, Panji Baskhara Ramadhan

Warta Kota, Kembangan - Elling Hartono selaku Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Jakarta Barat, terus lakukan upaya penagihan ke penunggak-penunggak pajak kendaraan.

Bahkan, ia ingin membuatnya menjadi gerah.

Perumahan Elit di Kembangan Disatroni Pihak Samsat, Mobil Mewah Diberi Brosur Peringatan

"Kalau terus kita tagih penunggak pajak untuk segera membayar pajak, lama-lama kan gerah juga. Pastinya mereka pun membayar mau tak mau. Namun, penagihan pajaknya pun dengan suasana persuasif," jelasnya Elling, pada Senin (10/12/2018).

Selain door to door dan razia tilang dilakukan, Elling mengatakan pihaknya terus melakukan pencaharian terhadap penunggak pajak yang terutama untuk kendaraan, dengan gunakan aplikasi mobile.

Aplikasi tersebut yaitu Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD).

Dengan mudahnya, aplikasi yang baru-baru ini aktif digunakan sejak Agustus 2018 lalu dinilai sangat efektif dalam mencari keberadaan para penunggak pajak kendaraan.

Tak hanya untuk penunggak pajak kendaraan, aplikasi ini dapat mengetahui para pemilik bangunan yang telah menunggak pajaknya.

"Agustus sudah saya pakai (aplikasi BPRD) ini, pada saat kita menggunakan database di PKB banyak data yang tak ditemukan. Maka dari itu kami menggunakan BPRD mobile. Jadi melalui aplikasi ini bisa di cek berdasarkan objek yang ada, bukan berdasarkan database. Aplikasi itu, tidak hanya untuk kendaraan tetapi juga untuk bangunan dan lain-lain," paparnya.

Menurut Elling, BPRD mobile dinilainl efektif di kategori penagihan terhadap penunggak pajak tersebut.

Maka itu, pihaknya kini gencar untuk melakukan penagihan ke penunggak pajak itu.

"Kalau dulu, cuman bisa mengetahui doang ya kalau belum bayar pajak. Tapi, dikembangkan lagi dengan pakai GPS. Lebih pada penekanan penagihan," jelasnya. (BAS)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved