Breaking News:

Kementerian PUPR: Pembangunan Tanggul Laut Raksasa Tetap Jalan

“Sekarang namanya NCICD dan itu tetap jalan. Sekarang dibawah Kementerian PUPR,” kata Firdaus

Editor: Ahmad Sabran
istimewa
Proyek Giant Sea Wall 

DKI Jakarta membutuhkan tanggul laut raksasa, atau giant sea wall untuk mencegah terjadinya banjir rob. Hal itu dikatakan Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Air dan Sumber Daya Air, Firdaus Ali, Senin (10/12/2018) di Jakarta.

Firdaus mengatakan, giant sea wall saat ini dikembangkan menjadi national capital integrated coastl development (NCICD). Menurut dia, proyek tanggul pantai tetap berjalan tapi sekarang kendali dibawah pemerintah pusat yakni Kementerian PUPR.

“Sekarang namanya NCICD dan itu tetap jalan. Sekarang dibawah Kementerian PUPR,” kata Firdaus.

NCICD ini tidak semata-mata melibatkan Pemerintah Provinsi DKI saja, tapi juga melibatkan Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kini, perencanaannya sedang dimatangkan pemerintah pusat.

“Itu sedang dimatangkan perencanaannya di Kementerian PUPR dengan melibatkan tenaga ahli Belanda, Korea, Jepang dan Indonesia,” ujarnya.

Firdaus menjelaskan NCICD pengembangan lebih terpadu dari giant sea wall. Karena giant sea wall hanya membangun tanggul saja, tapi NCICD akan mengkaitkan dengan pengembangan kawasan dan wilayah.

Aspek yang dipertimbangkan, kata dia, sangat banyak, mulai dari lingkungan, keterpaduan, finansial ekonomi, dan pengembangan kawasan pantai.

Terlebih, kata dia, tanggul juga akan dijadikan jalur untuk kereta api dan tol sehingga orang tidak perlu lagi masuk ke dalam kota.

Firdaus mengatakan, misalnya nanti dari arah Cikarang, Bekasi nanti bisa melalui pinggir pantai yang dibangun tanggul itu sampai ke daerah Banten. Sehingga, beban transportasi terutama truk-truk kendaraan berat itu tidak lagi masuk ke dalam kota termasuk Priok.

“Intinya sama tapi lebih dikembangkan, kalau cuma giant sea wall itu gunanya bikin tanggul saja. Tapi kalau ini (NCICD) kan tidak, di atas tanggul itu akan ada macam-macam nanti, ada tanggul baru, ada jalur kereta api, ada jalan tol, ada perumahan nelayan, penampungan nelayan,” katanya.

Ia berharap program tanggul pantai NCICD ini bisa segera rampung studi atau desainnya tahun akhir 2018, namun memang tampak akan diperpanjang studi atau desainnya sampai akhir 2019.

“Kalau semuanya smooth, tahun 2020 harusnya sudah groundbreaking. Karena ini untuk menahan rob dan kedua juga Jakarta tidak tenggelam,” tandasnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan menilai proyek pembangunan tanggul laut raksasa harus dipertimbangkan ulang. Menurut dia, Jakarta butuh pembangunan tanggul pantai. “Tanggul greatest sea wall itu yang perlu dipertimbangkan ulang. Mengapa? Karena justru dengan air yang muncul dari daratan begitu banyak ke pesisir," ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved