TGB Minta Tokoh Umat Hadirkan Keadaban Islam yang Baik di Ruang Publik

Menurutnya, isi ceramah atau nasihat yang disampaikan, dalam konteks keadaban Islam harus punya tutur bahasa menyejukkan, bukan sebaliknya.

TGB Minta Tokoh Umat Hadirkan Keadaban Islam yang Baik di Ruang Publik
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menggelar konferensi pers terkait pemberitaan Majalah Tempo di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018). TGB akan melayangkan somasi kepada majalah Tempo atas pemberitaan tentang dirinya pada edisi 17 dan 18 September 2018. 

MANTAN Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, sedikit menyindir isi ceramah Bahar bin Smith yang tak mencerminkan nilai dan keadaban Islam.

Menurutnya, isi ceramah atau nasihat yang disampaikan, dalam konteks keadaban Islam harus punya tutur bahasa menyejukkan, bukan sebaliknya.

"Keadaban Islam itu mengharuskan kita untuk menyampaikan nasihat yang baik, bukan dengan mengujat," ujar TGB saat ditemui di Gedung PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Pesan Anies Baswedan untuk Persija: Berjuanglah dengan Gigih, Ngoyo, Ngotot!

Dia menjelaskan, tutur kata santun seorang penceramah saat memberikan nasihat, merupakan hal yang wajib dalam agama, termasuk bila penyampaian itu bertujuan untuk mengkritik.

Pemimpin NTB masa jabatan 2008-2018 itu mempertanyakan, apakah nasihat dengan mengumpat di atas podium adalah cara yang dipakai Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan dakwahnya?

"Apakah bernasihat dengan mengumpat di podium itu cara yang diberikan tuntunannya oleh Nabi Muhammad SAW? Saya pikir tidak seperti itu," katanya.

Kepala BKN: Jadi PNS Itu Berat, Banyak Menderitanya

Sebab, seorang penceramah selain harus bertutur kata baik, juga harus mengambil jalur yang baik pula dalam menyampaikan nasihatnya.

"Jadi bernasihat itu harus dengan cara yang baik, tidak hanya substansinya baik, tapi caranya pun harus baik," ucapnya.

Sebab, TGB menilai, bila seorang penceramah menyampaikan nasihatnya tidak dengan cara yang baik, maka hal itu bisa berakibat kontraproduktif dan berujung pada penciptaan fitnah di tengah masyarakat.

Marko Simic: Saya Tercipta untuk Persija

Atas hal itu, lanjut TGB, sebagai seorang tokoh masyarakat dan dai, sudah selayaknya mereka menampilkan nilai dan keadaban Islam sesungguhnya, apalagi jika penyampaiannya itu di hadapan publik.

"Jadi saya pikir kita, siapa pun, apalagi sebagai tokoh umat, kita berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan keadaban Islam yang baik di ruang publik. Keadaban Islam itu termasuk di antaranya pola interaksi kita jauhkan diri dari saling menghujat, mengumpat. Apalagi sesama anak bangsa, termasuk kepada pemimpin-pemimpin kita," paparnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Jokowi Mania melaporkan Bahar bin Smith ke polisi karena menilai ada kandungan ceramahnya yang diduga menghina Presiden Joko Widodo.

Ruhut: Kalau 99 Persen Masyarakat Indonesia Miskin, Berarti Satu Persen Prabowo yang Nikmatin

Pada 28 November 2018, Jokowi Mania melaporkan pernyataan Bahar bin Smith dalam video yang beredar di media sosial ke Bareskrim Polri. Laporan itu diterima dengan nomor : LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim.

Bahar bin Smith dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 207 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (Danang Triatmojo)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved