Ustadz Haikal Hassan Dukung Ahmad Syaikhu Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta

Ustadz Haikal Hassan Baras mengaku memilih Ahmad Syaikhu sebagai pengganti Sandiaga Uno, mendampingi Gubernur Anies Rasyid Baswedan

Ustadz Haikal Hassan Dukung Ahmad Syaikhu Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta
Channel Youtube Indonesia Lauyers Club
Ustadz Haikal Hassan dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) bertema 'Benarkah 41 Masjid Terpapar Radikal?' pada Selasa (27/11/2018) 

BELUM  adanya kejelasan sosok Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dipertanyakan banyak pihak, khususnya warga Ibukota.

Meluruskan pandangan, Ustadz Haikal Hassan Baras mengaku memilih Ahmad Syaikhu sebagai pengganti Sandiaga Uno, mendampingi Gubernur Anies Rasyid Baswedan.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ustadz Haikal Hassan Baras mengawali tausiahnya dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad.

Tausiah tersebut dapat disaksikan lewat Channel Youtube @hijrahyuk.

Dalam rekaman video yang diposting pada Kamis (6/12/2018), Ustadz Haikal Hassan yang mendampingi Ustadz Muhammad Arifin Ilham, Ustadz Sobari dan ulama lainnya itu menyebutkan dengan lugas jika dirinya maupun para ulama yang hadir mendukung Ahmad Syaikhu.

Dukungan yang diminta Ustadz Haikal Hassan diikuti juga oleh para jemaah.

"Hadir bapak Ahmad Syaikhu, Insya Allah beliau adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta," ungkap Ustadz Haikal Hassan diamini para jemaah.

Awal Desember PKS Berencana Undang Gerindra Bahas Cawagub DKI Jakarta

Kursi Wagub DKI Lama Kosong, Fraksi Nasdem Nilai PKS dan Gerindra Tak Dewasa

Atas dukungan masyarakat, Ustadz Haikal Hassan pun mengajak seluruh jemaah, termasuk para ulama yang hadir mendoakan agar Ahmad Syaikhu menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta pilihan partai koalisi, yakni Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Untuk beliau kita doa, Ya Rabb. Bayangkan beliau adalah Wakil Gubernur DKI dengan seragamnya, bayangkan," ujar Ustadz Haikal Hassan melanjutkan doa.

Seperti diketahui sebelumnya, terdapat dua kandidat Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusung PKS menggantikan Sandiaga Uno, antara lain Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Agung diketahui Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta dan merupakan Direktur Utama PT Herba Penawar Alwahida Indonesia (HPAI).

HPAI merupakan perusahaan obat yang tergabung dalam grup Halal Network Internasional (HNI).

Sementara Ahmad Syaikhu merupakan mantan Wakil Wali Kota Bekasi mendampingi Rahmat Effendi sejak tahun 2013.

Bestari Barus Mengaku Tidak Kenal, Ahmad Syaikhu Suruh Cari di Google

Fahri Hazam Kecam Tim Kampanye PKS Hapus Pajak Motor Rp 22,7 Triliun

Ahmad Syaikhu yang sebelumnya merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS kemudian dipilih mendampingi May Jend (purn) Sudrajat dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Namun, walau Partai Gerindra memberikan kesempatan luas kepada PKS untuk menentukan Wakil Gubernur DKI Jakarta, PKS belum menentukan pilihan.

Politikus senior PKS sekaligus Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid lewat akun twitternya, @hnurwahid; pada tanggal 9 November 2018 lalu, menyebutkan pihaknya tengah membentuk tim verifikasi.

Tim Verifikasi tersebut bertugas untuk menguji sejumlah kandidat Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan diajukan oleh PKS.

Terkait hal tersebut, Hidayat Nur Wahid berharap agar masyarakat dapat bersabar dan mendoakan proses pemilihan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta baru berjalan lancar.

"Sbgmn disampaikan olh M Taufik,Ket Gerindra DKI, wagub dari PKS, dan akan dibentuk tim verifikasi, unt lakukan fit&proper test thd 2 nama cawagub yg diajukan olh PKS. Doanya saja. Smoga ikan sepat ikan gabus nggak pakai ikan lele, lebih cepat lebih bagus nggak pakai ber-tele2," tulis Hidayat Nur Wahid.

Sementara itu, Anies Baswedan mengaku telah bertemu langsung dengan kedua kandidat Calon Wakil GUbernur DKI Jakarta ketika menghadiri program acara mata Najwa beberapa waktu lalu.

Disanalah Anies berbincang dan mendengar langsung komitmen dari dua Calon yang mengaku siap mengikuti misi visi Anies.

"Disitu pertama kali saya mendengar langsung, mereka berkomitmen bahwa akan mengikuti misi visi Gubernur, akan berjalan sesuai arahan Gub. Mendengar itu saya merasa senang," ungkap Anies.

Pasalnya memang hal itu yang dibutuhkan Anies, yakni komitmen mengikuti visi misi yang telah ada sebelumnya, bukan malah membawa misi visi sendiri.

"Tapi dua nama ini belum menjadi nama yang diusulkan oleh dua partai (PKS dan Gerindra). Baru diusulkan oleh pks, kita tunggu saja sampai nama resmi keluar, baru saya komentari," ungkap Anies.

"Saya tidak mau bilang srek atau tidak, yang terpenting siapapun nama yang diusulkan, harus ikut pada visi misi gub," tegas Anies. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved