News

Pemkot Bekasi Teken MoU dengan BPJS-TK Lindungi Anggota Linmas

Anggota linmas kini tidak perlu khawatir karena mereka sudah mendapat jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dari BPJS-TK

Pemkot Bekasi Teken MoU dengan BPJS-TK Lindungi Anggota Linmas
Warta Kota
Pemkot Kota Bekasi teken MOU dan BPJS 

Bekasi, Warta Kota. Pemerintah Kota Bekasi akhirnya meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) cabang Bekasi Kota dalam memberikan jaminan kepada anggota Perlindungan Masyarakat (linmas) setempat. Tercatat ada 1.736 anggota linmas di wilayah Kota Bekasi yang akan terlindungi mulai Desember ini.

Pemkot Kota Bekasi teken MOU dan BPJS
Pemkot Kota Bekasi teken MOU dan BPJS (Warta Kota)

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, anggota linmas kini tidak perlu khawatir karena mereka sudah mendapat jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dari BPJS-TK. Hal itu tertuang dalam nota MoU yang diteken oleh kedua belah pihak di Plaza Pemerintah Kota Bekasi pada Kamis (6/12) petang. “Mudah-mudahan ini menjadi niat positif terutama berkenaan dengan jaminan kecelakaan kerja dan kematian bagi anggota linmas,” kata Rahmat pada Kamis (6/12).

Rahmat menilai, anggota linmas mempunyai risiko tinggi saat menjalankan tugasnya membantu pemerintah dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan. Peluang mereka bertemu dengan kawanan penjahat terutama pencuri lebih besar karena setiap saat selalu bersiaga di perkampungan warga.

“Dengan program ini, justru anggota linmas tidak perlu khawatir bila terjadi kecelakaan atau musibah saat bekerja karena ada BPJS-TK yang menjaminnya,” ujar Rahmat.

Mengenai iuran setiap bulan, para linmas tidak perlu pusing karena pemerintah telah menaikan honornya. Dari yang awalnya hanya Rp 300.000, kini menjadi Rp 500.000 per bulan.

“Saya dengan mas Tri Adhianto (Wakil Wali Kota Bekasi) betul-betul memperhatikan bagaimana melindungi aktivitas mereka sebagai pengelola (penjaga keamanan) di pemerintahan untuk membantu mewujudkan Bekasi yang cerdas, kreatif, maju, sejahtera dan ihsan,” imbuhnya. Ke depan, kata Rahmat, pemerintah daerah akan kembali meneken perjanjian serupa untuk melindungi penerima insentif lainnya dari pemerintah. Misalnya kader Posyandu, Ketua RT, Ketua RW, marbot, pengurus PKK dan sebagainya.

“Kalau ditotal ada sekitar 20.000 orang yang terdiri dari linmas, kader posyandu, Ketua RT, Ketua RW dan lainnya yang bakal dilindungi BPJS-TK,” jelasnya. Kepala BPJS-TK cabang Bekasi Kota Mariansyah mengatakan, iuran bulanan yang dibebankan kepada mereka sangat terjangkau. Setiap bulan mereka dikenakan iuran sebesar Rp 10.800.

Menurut dia, penandatanganan MoU ini merupakan implementasi janji pemerintah daerah kepada warganya. Sebagai lembaga pemerintah, tentunya Mariansyah mendukung itikad baik Kota Bekasi. Apalagi setiap orang tentu memiliki risiko dalam pekerjaan yang diemban. Karena itu, bila yang bersangkutan telah terdaftar sebagai peserta BPJS-TK, maka tidak perlu khawatir karena lembaganya telah menjaminnya.

“Kalau peserta mengalami kecelakaan

Pemkot Kota Bekasi teken MOU dan BPJS
Pemkot Kota Bekasi teken MOU dan BPJS (Warta Kota)

kerja akan kita obati sampai dinyatakan sembuh, sedangkan kalau meninggal dunia uang santunan akan kita berikan kepada ahli waris,” katanya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved