Volume Sampah di Jakarta Barat Meningkat 20 Persen

Volume sampah di Kawasan Jakarta Barat, meningkat 20 persen. Hal ini dikatakan langsung Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto

Volume Sampah di Jakarta Barat Meningkat 20 Persen
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Sampah mengambang di Kali Sekretaris, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (5/12/2018). 

Laporan Wartawan Warta Kota, Panji Baskhara Ramadhan

Kebon Jeruk, Warta Kota -- Volume sampah di Kawasan Jakarta Barat, meningkat 20 persen. Hal ini, dikatakan langsung Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto kepada wartawan.

"Volume sampah di Jakarta Barat, meningkat sebesar 20 persen di musim penghujan. Jadiz peningkatan volume sampah ini hampir terjadi di beberapa kali. Seperti Kali Pesanggarahan, Sekretaris dan beberapa kali lainnya di wilayah Jakarta Barat. Menurut saya wajar. Karena, di Jakarta Barat merupakan hilir aliran terakhir," paparnya, Rabu (5/12/2018).

Tercatat, sedikitnya 1.750 ton di setiap harinya di Jakarta Barat.

Sementara, di musim hujan jumlah sampah mencapai sekitaran 2.100 ton.

"Pasti meningkat, tak bisa dipungkiri," jelasnya.

Sementara, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Imron Syahrin mengakui bila sampah mengganggu kelancaran aliran kali di beberapa kali di Jakarta Barat.

"Sebab sampah seringkali tersangkut di mesin pompa sampai menimbulkan kerusakan. Saat ini, memang diperlukan kerjasamanya dengan UPK Badan Air Lingkungan Hidup. Contohnya, di pompa air Jalan Patra, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dua pompa 1.000 liter per detik itu, saat ini rusak setelah tersangkut sampah mesinnya jebol. Terpaksa, pompa mobile yang kekuatan 500 liter per detik dikerahkan," paparnya.

Menanggapi hal itu, Nirwono Joga, Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti menjelaskan jika permasalahan sampah di kali di Jakarta, ialah masalah yang kerap kali.

Maka itu, ia berharap pemerintah tetap memperketat pengawasan.

"Penindakan ataupun Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap warga buang sampahnya yang sembarang tempat harus ditingkatkan. Alhasil, permasalahan sampah di kali itu bisa teratasi. OTT saat ini kurang ditingkatkan, jadi warga di Jakarta masih banyak tak disiplin membuang sampahnya," ungkapnya. (BAS)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved