Aksi 212

Tabligh Akbar Reuni 212 Disebut Ustadz Haikal Hassan Kado Ulang Tahun Satu Abad Aksi 1918

Tabligh Akbar Reuni 212 disebut Ustadz Haikal Hassan Baras sebagai kado ulang tahun seabad atas Aksi 1918 silam, kebangkitan Umat Islam.

Tabligh Akbar Reuni 212 Disebut Ustadz Haikal Hassan Kado Ulang Tahun Satu Abad Aksi 1918
Instagram
Ustadz Haikal Hassan Baras 

SUKSES serta berjalan damainya pelaksanaan Tabligh Akbar Reuni 212 disebut Ustadz Haikal Hassan Baras sebagai kado ulang tahun seabad atas Aksi 1918 silam.

Aksi 1918 diketahui merupakan aksi unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan umat Islam terkait pelecehan nabi Muhammad SAW.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ustadz Haikal Hassan lewat akun twitternya @haikal_hassan; pada Selasa (4/12/2018).

Dirinya menyebut, sukses terselenggaranya tabligh Akbar Reuni 212 menjadi pengingat fenomena penistaan agama yang dilakukan oleh anggota organisasi Boedi Oetomo.

Ustadz Haikal Hassan Dicegah Hadiri Tabligh Akbar Reuni 212, Fadli Zon : Akibat Kebanyakan Racun

"Aksi 2018 ini mrpkn ultah seratus tahun dari aksi thn 1918, saat boedi oetomo sang penghina Nabi Muhammad (dinobatkan sbg pahlawan?) didemo besar2an oleh semua elemen.
Ingat, boedi oetomo bilang Nabi Muhammad pemabuk & penzina dlm buletin Djawi Hisworo, 11 Jan 1918," .

Dikutip dari nahimunkar.org, terdapat dua pelecehan yang dilakukan anggota organisasi Boedi Oetomo lewat media yang dimilikinya, yakni pelecehan terhadap istri-istri Rasulullah dan syariat poligami oleh aktivis theosofi, Siti Soendari lewat Majalah Bangoen pada tahun 1930.

Selain itu, sebuah surat kabar bernama Djawi Hisworo yang dikelola oleh para penganut kebatinan Theosofi juga melakukan pelecehan terhadap pribadi Nabi Muhammad.

Ustaz Haikal Hassan Interogasi Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

Djawi Hisworo yang dipimpin oleh Marthodarshono memuat artikel yang menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai pemabuk dan pemadat pada tanggal 8 dan 11 Januari 1918 silam.

Penghinaan ini yang kemudian memunculkan Tentara Kanjeng Nabi Muhammad di bawah pimpinan HOS Cokroaminoto dimana salah satu anggotanya adalah KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah.

https://www.nahimunkar.org/sejarah-hitam-dibalik-20-mei-sebagai-hari-kebangkitan-nasional/

Membalas pernyataan Ustadz Haikal Hassan, Yuswadi lewat akun @yuswadee; memposting sebuah potret artikel terkait asal mula pelecehan Nabi Muhammad yang dilakukan oleh anggota Boedi Utomo tersebut.

Penjelasan Karni Ilyas Terkait Isu Dipanggil Istana Presiden Jokowi Usai Tv One Live Reuni Akbar 212

Aa Gym Ungkap Makna di Balik Reuni Akbar 212 Sementara Pesertanya Takjub

Yuswadi menandai pemicu dari aksi tersebut, yakni sebuah artikel berjudul 'Percakapan Antara Martho dan Djojo' yang dimuat dalam surat kabr Djawi Hisworo pada Januari 1918.

Artikel itu ditulis oleh Djojodikoro. Dalam salah satu bagian artikel itu tertulis: 'Gusti Kandjeng Nabi Rasoel Minoem A.V.H gin, minum opium, dan kadang suka mengisep opium.

Postingan tersebut ditanggapi ramai masyarakat.

Tidak hanya mengenai pelecehan nabi Muhammad tetapi kejadiana penistaan agama yang terus berulang, seperti kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada tahun 2016 lalu. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved