Persaingan Toko Tradisional dan Modern di Bekasi Semakin Sengit

Persaingan toko tradisional dengan toko modern di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi dipastikan semakin sengit.

Persaingan Toko Tradisional dan Modern di Bekasi Semakin Sengit
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi pasar tradisional. 

Dia berharap, agar keberadaan toko modern ditata sehingga tidak berdampak pada toko tradisional seperti miliknya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi, Makbullah, mengatakan, pemerintah daerah telah memiliki payung hukum berupa Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2012 tentang Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Dalam pasal 7 di aturan itu, pemerintah telah mengatur jarak keberadaan toko modern dengan toko tradisional.

Untuk minimarket minimal jaraknya 500 meter dari pasar tradisional dan minimarket lainnya.

Sedangkan supermarket dan departemen store minimal berjarak 1,5 km dari pasar tradisional. Lalu hypermarket atau perkulakan minimal 2,5 km dari pasar tradisional.

"Aturan ini yang sedang kita terapkan, karena pemerintah juga memikirkan perekonomian toko tradisional seperti warung," kata Makbullah.

Menurut dia, cara penerapan aturan ini dengan tidak mengeluarkan kembali izin operasional bagi toko modern yang letaknya melebihi radius anjuran pemerintah.

Karena tidak mendapatkan izin, otomatis mereka akan pindah ke tempat yang lain karena selama ini lahan yang digunakan untuk usaha merupakan bangunan sewa.

"Sesuai perda, izin usaha toko modern selama lima tahun. Setelah itu mereka harus perpanjang izinnya lagi," ujarnya.

Di Kabupaten Bekasi, jumlah toko modern di wilayah setempat bertambah 311 gerai.

Pada 2017 jumlah toko modern ada 337 unit, lalu 2018 naik menjadi 648 unit atau bertambah 92 persen.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved