Aksi OPM

Moeldoko Bantah 31 Pekerja Proyek Trans Papua Dibunuh karena Memotret Upacara HUT TPN OPM

Aksi pembunuhan ini diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kagoya.

Moeldoko Bantah 31 Pekerja Proyek Trans Papua Dibunuh karena Memotret Upacara HUT TPN OPM
Warta Kota/Hamdi Putra
Kepala Staf Kantor Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko didampingi oleh Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq, saat peluncuran program 'Go RelaOne' di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi Nomor 46, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018). 

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko membantah pembunuhan terhadap 31 pekerja di Kabupaten Nduga, karena ada pekerja yang memfoto aktivitas perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM).

"Ada yang berpersepsi seperti itu. Tapi saya juga berharap tidak mengait-ngaitkan memfoto, jangan dibelokkan," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/12/2018).

Aksi pembunuhan ini diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kagoya. Moeldoko mengungkapkan, aksi pembunuhan yang diduga dilakukan oleh KKB itu tergolong sadis, karena dilakukan dengan cara menembaki para pekerja dari PT Istaka Karya.

Yusril Ihza Mahendra: Dalam Berpolitik, PBB Berteman dengan Siapapun

"Korban yang sedang bekerja, digiring dengan tangan terborgol, ditembaki. Ada yang lari, digorok. Sebagian besar peristiwanya seperti itu," ungkap Moeldoko.

Moeldoko meminta, tidak ada pihak yang membelokkan fakta, bahwa ada 31 sipil yang tewas terbunuh lantaran memfoto aktivitas perayaan HUT TPN OPM.

"Jangan dibelok-belokkan. Jangan dikaitkan ke peristiwa 1 Desember, ada yang berpersepsi seperti itu," ucapnya.

Polisi Olah TKP Kecelakaan Mobil yang Bawa 23 Santri Pakai Teknologi Laser Tiga Dimensi

Moeldoko berujar, TNI harus menangani kasus KKB. Sebab, mereka secara terang-terangan ingin memisahkan diri dari NKRI.

"Gerakan bersenjata ini mesti TNI yang tangani," tegas mantan Panglima TNI tersebut. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved