Info Kementerian

Menperin Yakin Kinerja Industri Manufaktur Tumbuh Positif

Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada November 2018 sebesar 50,4. Angka di atas 50 masih menunjukkan level ekspansif.

Menperin Yakin Kinerja Industri Manufaktur Tumbuh Positif
Dok. Humas Kementerian Perindustrian
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Sekjen Kemenperin Haris Munandar menerima cenderamata dari perwakilan Tsinghua University pada acara kelulusan Co-CLASS The Fourth Industrial Revolution System Transformation di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 4 Desember 2018. 

Co-CLASS

Sementara itu, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menutup program pendidikan dan pelatihan Collective Creative Learning and Action for Sustainable Solution (Co-CLASS) bertema "The Fourth Industrial Revolution System Transformation" angkatan pertama di Jakarta, Selasa (4/12).

Program Kementerian Perindustrian bersama Yayasan Upaya Indonesia Damai atau United in Diversity (UID) dan Tsinghua University ini bertujuan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kompeten dalam menghadapi perkembangan era industri 4.0.

“Program diklat ini telah berhasil menyatukan visi berbagai pemangku kepentingan sehingga membuka ruang inovasi dan kolaborasi yang lebih nyata,” kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan, selain perlu penguasaan teknologi, SDM terampil juga berperan penting dalam upaya menyukseskan implementasi industri 4.0. Sebab, melalui wawasan dan pengetahuan, akan dapat memahami peluang serta mampu menghadapi tantangan saat ini. Bahkan, mereka akan menjadi agen perubahan dalam mentransformasi ke arah ekonomi digital.

“Jadi, soft skills dalam hal pengembangan kemampuan pribadi dan kepemimpinan juga diperlukan untuk dapat mengambil keuntungan dari penerapan industri 4.0. Maka itu, materi program Co-CLASS dititikberatkan pada peningkatan kapasitas SDM dalam bidang inovasi dan entrepreneurship leadership untuk industri 4.0. Ini menjadi prototipe dan perlu dilanjutkan,” paparnya.

Airlangga menambahkan, salah satu langkah prioritas dan menjadi kunci implementasi dari peta jalan Making Indonesia 4.0 adalah membangun SDM berkualitas. Apalagi, Indonesia akan menikmati dominasi jumlah penduduk usia produktif pada 10 tahun ke depan. Bonus demografi ini diyakini dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dalam menghadapi industri 4.0, China fokus dengan kecepatan, Jerman pada teknologi, Jepang dan Korea melalui skill. Sedangkan, Indonesia lebih memilih empowering human talents,” tegasnya.

Oleh karenanya, Kemenperin semakin gencar menciptakan SDM kompeten sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini melalui pelaksanaan pendidikan vokasi dari jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga tingkat Politeknik yang mengsung konsep link and match dengan industri.

“Kami punya 9 SMK, 10 Politeknik, dan Akademi Komunitas yang telah menggunakan dual system, yakni 30 persen teori dan 70 persen praktik. Hampir semua lulusannya terserap kerja sebelum wisuda. Untuk itu, Co-CLASS ini juga bisa menjadi contoh dalam mencetak SDM yang literate dengan ekonomi digital,” imbuhnya.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved