Hasil Survei : Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Tak Seperti Petahana Sukses - ILC TvOne Pascareuni 212

Hasil Survei Dapati Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Tak Seperti Petahana Sukses. Hal itu disampaikan di ILC TvOne Pascareuni 212.

Hasil Survei : Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Tak Seperti Petahana Sukses - ILC TvOne Pascareuni 212
Warta Kota/Alex Suban
Bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018) menyerahkan syarat pencalonan menjadi calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung sembilan partai politik. 

PENGAMAT komunikasi Effendi Gazali diinterupsi Irma Chaniago, Anggota Tim Kemenangan Jokowi-Ma'ruf, usai membongkar ketidakadilan dalam program sertifikat tanah Jokowi lewat  cerita pengalaman pribadinya.

Selain masalah sertifikat tanah Jokowi, ILC Tv One terbaru juga menyoroti masalah elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yang terus merosot. 

Menjadi tak seperti petahana sukses lantaran elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tak mencapai ambang batas standar untuk disebut petahana sukses. 

Efendi Gazali menceritakan kisah ketidakadilan dalam program sertifikat tanah Jokowi di acara ILC Tv One, yang rekaman videonya diposting di akun youtube Indonesia Lawyers Club dengan judul '[FULL] "PascaReuna 212 : Menakar Elektabilitas Capres 2019 || ILC (4/12/2018)'.

Survei LSI Denny JA: Cuma 17,0 Persen Responden yang Masih Ikuti Imbauan Rizieq Shihab

Prabowo Bilang Korupsi di Indonesia Seperti Kanker Stadium Empat, Jokowi: Kalau Bicara Gunakan Data

Effendi Gazali memulai kesempatan bicaranya bicara panjang lebar terlebih dahulu terkait teori komunikasi dalam menyikapi reuni 212 sebelum akhirnya diinterupsi TKN Jokowi. 

Ya, Jokowi memang sedang gencar-gencarnya membagikan sertifikat tanah tanah kepada masyarakat secara gratis sebagai bagian dari program sertifikat tanah Jokowi. 

Terakhir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi Presiden RI Joko Widodo saat pembagian sertifikat hak atas tanah bagi warga Jakarta Timur, tepatnya di Rusunawa Rawa Bebek, Jalan Inspeksi Kanal Timur, Cakung, Senin (3/12/2018) sore.

Selain Anies, Jokowi juga ditemani Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil.

Anies sendiri diketahui telah menemani Jokowi membagikan sertifikat pada tiga wilayah berbeda di Ibu Kota.

Sebelumnya, Anies bersama Jokowi membagikan sertifikat tanah untuk warga di wilayah Jakarta Utara, kemudian menyusul Jakarta Selatan, dan teranyar hari ini bagi warga di Jakarta Timur.

 Dalam sambutannya, Gubernur DKI itu mengapresiasi program strategis nasional Jokowi dengan membagikan sertifikat tanah kepada warganya yang diserahkan langsung Kepala Negara tersebut.

"Atas nama Pemprov dan warga DKI izinkan kami sampaikan terima kasih dan apresiasi. Alhamdulillah program yang sudah dicanangkan tahun 2018 sertifikat tanah program strategis nasional terlaksana dengan baik. Ini menjadi kota ketiga yang didatangi langsung Presiden untuk diserahkan secara langsung," tutur Anies di lokasi, Senin (3/12/2018).

Jokowi Bagikan 6.000 Sertifikat Tanah di Kota Tangerang

Maruf Amin: Saya Belum Tua, Masih Setengah Baya

Maruf Amin: Saya yang Tanda Tangani Fatwa MUI Soal Dana Haji untuk Pembangunan Infrastruktur

Dirinya juga memberikan penghargaan tinggi kepada jajaran Kementerian ATR/BPN terkait penyelenggaraan acara hari ini.

"Kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ATR atas terselenggaranya acara ini," ujar Anies.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengungkap ada 5.000 penerima sertifikat tanah hadir dalam acara sore itu yang diwakili 12 orang untuk diberikan secara simbolis oleh Presiden Jokowi.

Untuk wilayah kota administrasi Jakarta Timur, Sofyan mengungkap sebanyak 229 ribu dari 448 ribu bidang tanah telah terdaftar. Sedangkan pada tahun ini, ada 140 ribu bidang tanah yang didaftarkan. Sisanya, 160 ribu bidang tanah di Jakarta Timur akan diselesaikan tahun depan.

"Jadi Bapak, Ibu sekalian di Jakarta Timur sisanya 160 ribu bidang akan kita selesai tahun depan," jelasnya.

Sofyan menjelaskan bagi warga yang belum mendapatkan sertifikat agar tetap bersabar. Sebab, komitmen Presiden yang didukung oleh Gubernur DKI diharapkan seluruh tanah di Ibu Kota bisa terdaftar pada tahun depan.

"Yang belum mendapat harap sabar, komitmen pak Presiden didukung Gubernur DKI Jakarta Insya Allah tahun depan seluruh tanah di Jakarta terdaftar," kata Sofyan.

Ketidakadilan Sertifikat Tanah Jokowi 

Kembali kepada Effendi Gazali yang membongkar ketidakadilan di program sertifikat tanah Jokowi di acara ILC Tv One terbaru.

Effendi Gazali mengungkapkan itu usai bicara panjang lebar tentang teori komunikasi dalam reuni 212.

Usai membicarakan hal tersebut, barulah Effendi Gazali berbicara bahwa dirinya menemukan ketidakadilan yang dialaminya sendiri. 

"Saya menemukan kata ketidakadilan. Tapi ketidakadilannya seperti apa, saya mau kasih contoh sederhana saja supaya tidak bawa-bawa orang lain," kata Efendi Gazali. 

Effendi Gazali mengatakan apabila dirinya menonton televisi kerap mendapati ada urusan pembagian sertifikat tanah oleh Presiden Jokowi. 

Orang Dalam Istana Ceritakan Hal Gaib yang Dialami Soeharto Serta Pantangan yang Harus Dijalankan

Melihat Perceraian Gading-Gisel, Roy Marten Takut Kejadian 32 Tahun Terulang Lagi

Effendi Gazali kemudian menggambarkan dalam pembagian itu Jokowi selalu memanggil beberapa orang untuk ditanyai, dan pengakuannya membuat sertifikat tanah selalu cepat. 

"Saya kalau nonton di televisi misalya ada urusan sertiifikat tanahtuh oleh pak jokowi, saya ikut berbahagia , itu program yang sangat luar biasa. Lalu sering ditanya, berapa lama anda mengurus sertifikat tanah. Selalu cepat sekali  itu, selalu cepat. dan ada ratusan ribu hampir jutaan lah sudah dibagi-bagikan," ujar Effendi Gazali. 

Sejak melihat itu Effendi Gazali kemudian mencoba mengurus sertifikat tanah di Jakarta. 

"Lalu saya ikut serta mengurus sertifikat gitu ya. Kebetulan di Kanwil BPN Jaksel, kebetulan di dekat rumah Datuk Karni Ilyas ini kanwilnya. Saya uirus dari maret, sampai sekarang belum jadi-jadi tuh," ujar Effendi Gazali.

"Jadi menarik karena ada perbedaan antara orangkaya dan orang miskin kalau mengurus hak kita dalam mengurus sertifikat tanah. kan kita nggak minta dijatahkan sebagai orang miskin, nggak minta supaya proses kita dipercepat," sambung Effendi Gazali. 

Dari situ, kata Effendi Gazali, dirinya membawa perasaaan ketidakadilan itu untuk datang ke acara kemarin.

Dia mengaku datang dengan  tetap tersenyum, dan mendapati ternyata banyak juga orang lain yang mengalami ketidakadilan.

Pernyataan Effendi Gazali Terlalu Provokatif 

Usai  Effendi Gazali membongkar ketidakadilan dalam program sertifikat tanah Jokowi lewat pengalaman pribadinya pun langsung mendapat interupsi dari Irma Chaniago, anggota TKN Jokowi yang juga hadir di acara ILC Tv One terbaru itu. 

"Saya ingin pertanyakan sesuatu kepada Bang Effendi Ghazali. Anda duduk disini untuk memberi pencerahan kepada bangsa ini, atau mau bicara dari sisi sebelah, atau mau bicara sebagai seseorang yang ada di tengah," ujar Irma Chaniago. 

Tabligh Akbar Reuni 212 Disebut Ustadz Haikal Hassan Kado Ulang Tahun Satu Abad Aksi 1918

Irma Chaniago lalu melanjutkan bahwa ia merasa sejak tadi Effendi Gazali menyampaikan sesuatu yang sifatnya provokatif.  

"Saya terus terang , kami tak sama sekali khawatir dengan 212. kami santai-santai saja. Tapi sebagai pengamat seharusnya anda bicara jujur, bicara tidak berat sebelah, anda bicara fair dan jangan mengarahkan opini kepada masyarakat,ini nggak baik juga bang Effendi Gazali," kata Irma Chaniago.

Menurut Irma Chaniago, segala sesuatunya harus didudukkan terlebih dahulu sehingga  apa yang keluar dari Effendi Gazali adalah sebuah pencerahan. 

Siapa Effendi Gazali

Dikutip dari wikipedia, Effendi Gazali memiliki gelar Ph.D., MPS ID, dan lahir di Padang, Sumatera Barat, Indonesia, 5 Desember 1966.

Effendi Ghazali
Effendi Ghazali (Kompas/Totok Wijayanto)

Effendi Gazali adalah tokoh Indonesia yang terkenal dengan acara yang digagasnya yaitu Republik Mimpi yang merupakan parodi dari Indonesia dan para presidennya.

Effendi sekarang ini merupakan salah satu staf pengajar program pascasarjana ilmu komunikasi Universitas Indonesia.

Effendi lulus sarjana dalam bidang Komunikasi Universitas Indonesia tahun 1990, kemudian mendapatkan gelar Master dalam bidang Komunikasi dari universitas yang sama pada 1996.

Serta Master dalam bidang International Development (konsentrasi: International Communication) dari Universitas Cornell Ithaca, New York tahun 2000. Gelar Ph.D. dalam bidang Komunikasi Politik kemudian diperolehkan dari Radboud Nijmegen University Belanda tahun 2004 dengan disertasi "Communication of Politics & Politics of Communication in Indonesia: A Study on Media Performance, Responsibility, and Accountability" (diterbitkan oleh: Radboud University Press, Belanda, 2004)

Beberapa penghargaan yang diperolehnya antara lain adalah sebagai salah satu Peneliti Terbaik UI 2003 di bidang Social & Humanity berdasarkan publikasi di jurnal internasional serta penerima ICA (International Communication Association) Award, pada ICA Annual Conference, di New Orleans Mei 2004 untuk Research, Teaching & Publication (dari the ICA Instructional & Developmental Division).

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Merosot

Sementara itu masih dari acara ILC Tv One, Rico Marbun, Direktur Eksekutif Median, menyebut bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf cenderung merosot. 

Bahkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tak masuk dalam kategori petahana yang bisa dianggap sukses.

"Jadi disurvey yang kami lakukan di awal bulau ini jokowi-maruf di 47,7 persen, kemudian angka pasangan prabowo sandiagaitu 35,5 persen. itu artinya ada selisih kurang lebih 12 ,2 persen. selisih elektabilitasnya," kata  Rico Marbun.

Menurut Rico Marbun angka ini sebenarnya merupakan warning.

"Warningnya adalah jangan lupa beliau ini adalah petahanan,.dan kita lihat pengalaman dari pilkada di banyak tempat, seharusnya kalau petahana itu dianggap sukses atau berhasil ,umumnya elektabilitasnya akan dengan mudahmenyentuh di angka 60 sampai 70 persen," ujar Rico Marbun.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved